..
Warga KTS Klatak Diajari Ujian Praktek SIM

Warga KTS Klatak Diajari Ujian Praktek SIM

BANYUWANGI - Tidak banyak kalangan emak - emak yang berani uji nyali tes ujian SIM. Tapi di Kampung Tangguh Semeru (KTS) Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, sungguh berbeda.

Belasan ibu - ibu tanpa malu melakukan uji ketangkasan mengendarai sepeda motor. Padahal aksi mereka dilihat warga serta polisi lalulintas. Demi mengantongi SIM, emak-emak KTS Klatak nekad uji nyali.

Selasa (8/9/2020) siang - sore, Satuan Lalulintas Polresta Banyuwangi menggelar berbagai kegiatan di KTS Klatak. Diantaranya, Polantas mengajari ngaji, bagi - bagi buku gratis, layanan wifi tanpa bayar, edukasi ujian teori SIM sekaligus latihan praktek.

Uniknya, kegiatan yang digelar dalam rangka HUT Lalulintas yang diperingati tiap 22 September ini menggunakan area fasilitas umum salah satu kawasan perumahan di wilayah itu. Lintasan latihan praktek SIM dibuat menyerupai aslinya seperti di Satpas Satlantas Polresta Banyuwangi.

Kasat Lantas Polresta Banyuwangi, Kompol Kadek Ary Mahardika SIK, turun langsung dalam acara itu. Puluhan personil Korps Sabuk Putih dikerahkan ke lokasi. Mereka berbagi tugas di tiga titik dengan peran masing - masing.

"Program ini dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang pelayanan SIM. Baik mekanisme pendaftaran perpanjangan maupun permohonan baru. Pelatihan meliput ujian teori dan praktek. Kami juga membawa mobil peduli pendidikan," jelas Kompol Kadek Ary.

IMG-20200908-WA0047

Para peserta tidak hanya emak - emak. Anak usia sekolah banyak pula yang terlibat. Termasuk kalangan pria yang antri untuk mengikuti latihan praktek SIM.

"Warga kita latih agar saat ujian nyata lancar. Setidaknya kehadiran kami di lokasi untuk memperkenalkan atmosfer dan tahapan pembuatan SIM," tambahnya.

Even ini digelar dengan menjalankan protokol Covid-19. Peserta yang datang wajib mengenakan masker serta mencuci tangan. Mereka bahkan diberi masker cuma - cuma.

"Anak - anak usia sekolah yang belum berhak mengajukan SIM kita kasih buku gratis. Mereka bisa mengakses internet lewat wifi yang tersedia di mobil pendidikan," lanjut perwira menengah berdarah Bali.

Ke depan, warga KTS Klatak diproyeksikan sebagai kampung patuh lalulintas. Sosialisasi dan pengawasan pengendara yang melanggar akan melibatkan warga setempat. Sehingga kerja aparat terbantu dalam meningkatkan kesadaran dan disiplin warga kala berkendara. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Sidang Ibu-ibu Ribut di FB, Korban Ragukan Keterangan Saksi Ahli
Selanjutnya Diamankan di Jakarta, Bos Paradiso Hotel Langsung Dimasukkan ke Lapas