..
Veteran Bicara Mas Yusuf Mendengar : Mengupas Gedung Juang Sampai Pura
Cabup 01 Yusuf Widyatmoko membungkukkan punggungnya sebagai bentuk hormat kepada tokoh veteran berdarah Bali, I Ketut Sidere.

Veteran Bicara Mas Yusuf Mendengar : Mengupas Gedung Juang Sampai Pura

BANYUWANGI - Bupati (Cabup) 01 Yusuf Widyatmoko menemui sejumlah tokoh veteran di kediaman pejuang berdarah Bali, I Ketut Sidere Romobawati (90), di Jalan Letjen S. Parman, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Sabtu (24/10/2020). Pertemuan itu sebagai bukti Mas Yusuf tak mau melupakan sejarah.

Meski dalam kondisi sakit dan duduk di atas kursi roda akibat faktor usia, tokoh Hindu sekaligus sesepuh veteran Banyuwangi ini semangat menemui Cabup 01. Melihat semangat I Ketut Sidere yang masih menggelora, Mas Yusuf mengaku takjub. Apalagi silaturahminya juga sangat istimewa karena dihadiri seluruh pengurus veteran dan sejumlah tokoh umat Hindu Kabupaten Banyuwangi.

"Awalnya, saya fikir hanya silaturahim seperti anak dan bapak. Ternyata malah lengkap, semuanya ikut hadir disini. Tentu ini menjadi penambah semangat bagi kami," ucapnya.

Di hadapan wakil bupati dua periode yang kini maju bupati, I Ketut Sidere menyampaikan, bahwa kegiatan ini tidak ada dorongan dari siapapun. Berkumpulnya para tokoh muncul secara alami dan spontanitas. Semua veteran yang hadir merupakan penganut Bung Karno.

"Pengalaman Mas Yusuf yang 10 tahun menjadi Wakil Bupati Kabupaten Banyuwangi sudah tidak diragukan lagi. Mas Yusuf sangat patut kita dukung, apalagi dia merupakan tokoh Soekarnois yang memiliki kesamaan jiwa patriot dengan kami," jelas I Ketut Sidere.

IMG-20201024-WA0038

Ketua Veteran Banyuwangi, Kusmadi, pun mengakui bahwa seluruh veteran yang ada di Banyuwangi sepakat mendukung sepenuh hati Pasangan Calon (Paslon) 01 Mas Yusuf - Gus Riza, dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Kami selaku veteran siap mengawal dan mendukung Mas Yusuf dan Gus Riza dalam pemerintahan yang akan datang. Termasuk keluarga kami," kata Kusmadi.

Sementara itu, Ahmad Taufil Firdaus, Sekertaris Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Banyuwangi merasa miris dengan bangunan Gedung Djuang Banyuwangi yang dianggapnya tidak melambangkan atau simbol perjuangan.

"Bangunan Gedung Djuang yang belum diresmikan ini terlalu milenial, tidak ada simbol perjuangan yang melambangkan kami. Kami harap nanti, Mas Yusuf yang kami yakini terpilih menjadi Bupati 2020 bisa mendengar apa yang kami harapkan," tegasnya.

Diskusi hangat ini berlangsung cukup intens. Semua hadirin mengutarakan harapan hingga uneg-uneg mereka terhadap sistem pemerintahan di Kabupaten Banyuwangi. Tokoh Hindu, I Gusti Ngurah Gunawan, menyoal terkait pembangunan pura.

"Selama ini, kami merasa miris dengan tidak adanya keterlibatan pemerintah dalam pembangunan pura yang ada di Banyuwangi. Namun kami selalu mandiri untuk mengatasi masalah ini," keluh Ngurah Gunawan.

Usai mendengar aspirasi sejumlah veteran dari lintas agama, Mas Yusuf bersama Gus Riza siap mewujudkannya. Tentu saja jika pada 9 Desember 2020 calon 01 meraup suara terbanyak.

“Kedepan sistem pemerintahan Banyuwangi harus mengutamakan dan mendengarkan keluhan warga. Banyuwangi harus bersih dari korupsi. Kalau pemimpinnya bersih, maka seluruh bawahannya maupun warganya akan bersih," tandas Mas Yusuf. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Kejati Bali Masih Tunggu Keputusan Kejagung Soal Aset Tri Nugroho
Selanjutnya Meningkat Drastis Pasien Positif Covid-19 Meninggal