..
Uang Arisan Macet, Pengelola Dibawa ke Polisi
Peserta arisan menduduki kediaman NI di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah

Uang Arisan Macet, Pengelola Dibawa ke Polisi

BANYUWANGI - Wanita berinisial NI digelandang puluhan emak-emak ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Banyuwangi, Jawa Timur. Pengelola arisan itu dilaporkan ke polisi karena diduga menipu.

Sebelum mendatangi mapolresta, para korban arisan bodong ini secara beramai-ramai menduduki rumah sang pengelola arisan dengan harapan tunggakan hutang arisan bisa segera terbayarkan. Nilai uang yang ditagih dalam arisan bodong itu sekitar Rp 700 juta.

Upaya warga ini ternyata sia - sia. Tunggakan pembayaran pokok dan bunga arisan yang totalnya mencapai setengah milyar lebih juta itu tak mampu dibayar oleh NI. Puluhan ibu-ibu ini sempat menduduki rumah bos arisan di Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Jumat (17/9/2021) sore, sambil menggelar tikar.

"Kedatangan kami ke rumah pemilik arisan untuk menagih janji pembayaran yang sudah jatuh tempo. Janjinya enam bulan, sekarang sudah waktunya. Rata-rata satu orang korban mengalami kerugian mulai dari lima hingga puluhan juta rupiah," lontar Karmila, salah satu korban.

Enam bulan upaya mendapatkan uang arisan menemui jalan buntu. NI hanya memberi janji palsu dan menghilang ke Jakarta.

"Jalur hukum ditempuh lantaran pengelola arisan bodong tak memiliki itikad baik," imbuh Karmila.

IMG_20210918_061517

Arisan yang dijalankan NI sebetulnya tak masuk akal tapi menggiurkan. Hanya bermodal deposito Rp 1 juta, para peserta dijanjikan mendapatkan keuntungan 100 - 200 ribu rupiah dalam kurun waktu 10 hari.

Peserta arisan tidak hanya dari Banyuwangi. Member arisan yang jumlahnya lebih dari 100 orang ini juga berasal dari luar kota bahkan luar pulau. Seperti Jogja, Jakarta, Madura dan Bali. Laporan dugaan arisan bodong ini, kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi AKP Mustijat Priyambodo, masih ditangani oleh anggotanya.

"Sejumlah korban yang melapor masih menjalani pemeriksaan. Pengelola arisan bodong sebagai terlapor akan dimintai keterangan pula," terang AKP Mustijat.

Munculnya kembali kasus arisan bodong di Banyuwangi diharapkan menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dengan cara instan. Terlebih lagi, setoran uang arisan kepada pengelola tak dibarengi dengan pembuktian hitam di atas putih. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Legalitas HGB PT Marindo Gemilang Dipertanyakan, BPN Masih Bungkam
Selanjutnya Hadiri Pembukaan Pameran Bali Bangkit III, Ny. Putri Koster Minta IKM-UMKM Jaga Kualitas Supaya Mampu Bersaing