..
Tugu Kera Sakti Dirusak, IKSPI Cabut Laporan

Tugu Kera Sakti Dirusak, IKSPI Cabut Laporan

BANYUWANGI - Persoalan yang melilit Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pascakeributan di Desa Sukorejo dan Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, akhirnya benar - benar tuntas. Semua pihak telah mencabut laporannya di ranah kepolisian.

Setelah pihak warga Desa Sukorejo dan PSHT mencabut laporan melalui rekonsiliasi damai di Mapolres Banyuwangi, langkah yang sama juga diambil Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kera Sakti. Ketua IKSPI Banyuwangi, Didik Hariadi, mengaku memutuskan mencabut laporan polisi secara sukarela untuk menciptakan Banyuwangi lebih kondusif.

"Mengenai massa Kera Sakti akan menjadi tanggung jawab pengurus IKSPI. Prinsipnya kami dengan PSHT tidak ada masalah. Latihan pun berdampingan," katanya, Selasa (20/8/2019), di DPRD Banyuwangi.

Didik menambahkan, ada tiga tugu milik Kera Sakti yang dirusak segerombolan massa. Monumen itu terletak di Desa/Kecamatan Rogojampi, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung dan Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo.

"Kami hanya mencari keadilan dan penegakan hukum. Kok terus - terusan seperti ini. Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di Polres Banyuwangi sudah jelas kami terangkan yang merusak sekelompok massa tidak menyebut secara spesifik pesilat PSHT," timpalnya.

IPSI_1

Sebagai petinggi Kera Sakti dirinya secara sadar meminta maaf kepada semua pihak. Walaupun dalam kasus ini perguruannya menjadi sasaran.

"Mohon maaf sudah merepotkan pengurus IPSI maupun Polres Banyuwangi. Nanti akan segera kita cabut laporan kami. Paling lambat besok, Rabu (21/8/2019) akan kami cabut karena sore ini masih ada acara," janjinya usai rekonsiliasi di ruangan Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara sekitar pukul 14.30 WIB.

Wakil Ketua II PSHT, Winarno, menjelaskan bila pihaknya sudah menyebarluaskan nota kesepakatan damai di Desa Sukorejo. Sehingga kedamaian telah terwujud termasuk dampaknya pada masyarakat.

"Saat ini tidak ada lagi masalah karena memang persoalannya telah selesai," kata pria yang akrab dipanggil Pak Win.

Mediasi antara PSHT dan IKSPI diinisiatori oleh pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Banyuwangi. Ketum IPSI sekaligus Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, memimpin langsung pertemuan rekonsiliasi bersama Sekretaris dan Ketua III IPSI, Hidayat Rohman dan H Naufal Badri. Ini ditempuh karena masih ada laporan polisi yang belum dicabut. Laporan itu ternyata berasal dari pesilat Kera Sakti tentang dugaan perusakan tugu milik perguruan mereka.

"Kalau Pak Prabowo dan Jokowi bisa berangkulan masak kita tidak bisa," pesannya.

Made Cahyana Negara menginginkan agar masalah yang terjadi di Bangorejo betul - betul beres tanpa ganjalan. Semua persoalan supaya diselesaikan dengan musyawarah.

"Dua belah pihak sepakat mengakhiri masalah dengan mencabut laporan di kepolisian. Harapan kita ke depan tidak ada masalah lagi," ungkapnya.

Ipda Hariyanto mewakili Kasat Reskrim AKP Panji Prathista Wijaya menegaskan, permasalahan PSHT dan warga sudah tuntas. Semua laporan telah dicabut. Berkas penangguhan penahanan telah disiapkan. Sebelum rekonsiliasi, ternyata masih ada satu laporan dari IKSPI yang belum dicabut. Kemudian persoalan ini dikomunikasikan dengan pihak IPSI.

"Untuk penuntasan laporan Kera Sakti menunggu hasil mediasi di DPRD. Ternyata para pihak telah sepakat untuk berdamai. Pengurus IKSPI akan mengurus pencabutan sehari setelah pertemuan damai di gedung dewan," terang Kanit Tindak Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Banyuwangi. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Pelantikan DPRD Banyuwangi : Tak Perlu Lepas Ikat Pinggang Tapi Wajib Lintas Security Door
Selanjutnya Pekerja TV Kabel Tewas di Atap Genteng