..
Tangani Pembuangan Bayi, Polisi Amankan Dua Orang
SW, kakek 60 tahun yang diduga menghamili gadis berusia di bawah umur yang membuang bayinya di sumur tempat praktik dr Neni Destriana

Tangani Pembuangan Bayi, Polisi Amankan Dua Orang

BANYUWANGI - Pelaku pembuang bayi di sumur tempat praktik dr Neni Destriana akhirnya terkuak. Terduga pelaku ternyata gadis yang masih berusia 14 tahun.

Polresta Banyuwangi telah mengamankan sang gadis. Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan bahwa gadis yang membuang bayi itu adalah korban dari persetubuhan yang dilakukan oleh kakek berinisial SW (60).

“Persetubuhan dilakukan sejak 2020, pada April 2021 diketahui hamil,” jelasnya.

Nasrun menambahkan, pada hari menghebohkan di lokasi praktik dr Neni Destriana, gadis tersebut datang ke dokter itu untuk memeriksakan perutnya yang sakit. Namun bayi tersebut lahir sendiri dalam kondisi meninggal dunia.

"Gadis itu membuang bayinya karena takut. Lahir seperti biasanya saja, jenis kelamin laki-laki, anggota tubuhnya sudah kelihatan,” terangnya.

Mengenai status hukum gadis tersebut, kata Nasrun, polisi menerapkan restorative justice. Karena gadis yang membuang bayi tersebut masih di bawah umur dan yang bersangkutan merupakan korban persetubuhan orang dewasa.

“Status hukum kita laksanakan restorative justice karena masih di bawah umur. Kita laksanakan dalam bentuk diversi,” tegasnya.

IMG-20210910-WA0019

Tempat praktik dr Neni Destriana yang sumurnya menjadi lokasi di pembuangan bayi oleh gadis di bawah umur

Untuk SW, terduga pelaku persetubuhan di bawah umur akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan penyidik Polresta Banyuwangi.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP Mustijat Priyambodo menyatakan, SW melakukan persetubuhan dengan gadis tersebut disertai ancaman dan juga tipu daya. Dia melakukan perbuatan amoral itu di rumah gadis tersebut saat orang tuanya tiada.

“Pas orang tua gadis itu tidak ada dimanfaatkan untuk menyetubuhi korban,” bebernya.

Pasal 81 ayat (1) dan Ayat (2) Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mengancam SW. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. SUBAHRODIN YUSUF 

Sebelumnya Liga 3 Jatim, Banyuwangi Putra Masuk Grup J
Selanjutnya Besi Bekas Reklame Hilang Usai Dibongkar Satpol PP