..
Tak Puas Hitungan KPU, Tim Satiyem Tolak Tanda Tangan

Tak Puas Hitungan KPU, Tim Satiyem Tolak Tanda Tangan

BANYUWANGI - KPU Banyuwangi menolak syarat minimal dukungan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Perseorangan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 2020, Satiyem - Sunaryanto. Sebab, jumlah dukungan memenuhi syarat yang diserahkan ke KPU hanya 61.218 suara dari total minimal 85.643 dukungan.

Penolakan ini tertuang dalam berita acara hasil penghitungan manual syarat minimal dukungan Bapaslon Independen tertanggal 25 Februari 2020 yang dibacakan oleh Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraini Rahman. Berdasarkan hasil penghitungan manual, terdapat 2.312 dukungan yang tertuang dalam formulir B.1 KWK yang tidak memenuhi syarat.

"Karena kurang dari syarat minimal dukungan yang ditetapkan 85.643 suara maka KPU menolak bapaslon Satiyem - Sunaryanto," jelasnya, Selasa (25/2/2020) malam.

Butuh waktu dua hari bagi KPU untuk melakukan penghitungan manual syarat dukungan dari Satiyem - Sunaryanto yang diserahkan jelang akhir masa penutupan penyerahan berkas dukungan pukul 24.00 WIB, 23 Februari 2020. Waktu itu, jumlah dukungan Satiyem - Sunaryanto yang terupdate pada Sistem Informasi Pencalonan (Silon) KPU sebanyak 94.958 dukungan. Sehingga berkas diterima dan dilanjutkan dengan proses penghitungan.

Komisioner KPU Banyuwangi Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Ari Mustofa, meyakinkan bahwa proses penghitungan manual suara dukungan Satiyem telah sesuai. Bawaslu bahkan mengerahkan petugas Panwascam untuk melakukan pengawasan.

"Ada dua CCTV di ruangan penghitungan. Bahkan pada hari pertama penghitungan ada staf Bawaslu Jatim ikut mengawasi. Saksi dari tim bapaslon tugasnya mengawasi bukan menghitung. Kalau ikut menghitung berarti menyalahi aturan," tukasnya.

Saat mereka datang membawa berkas ke KPU ada 20 kecamatan yang belum diprint dari Silon. Disamping itu, terdapat berkas dukungan yang tidak lengkap.

"Parameter tidak lengkap ada yang tidak tertempel KTP elektronik, data tidak terisi dan tidak ada tanda tangan dari pendukung," tandasnya.

IMG-20200225-WA0041

Salah satu tim Satiyem - Sunaryanto yang hadir di KPU ketika acara pembacaan hasil penghitungan manual, Heriyanto, menolak hasil itu. Dia bahkan enggan untuk meneken berita acara.

"Kami merasa didzolimi, makanya kami menolak hasil penghitungan manual KPU. Untuk apa kami datang kesini menjadi saksi penghitungan kalau cuma menjadi penonton. Sementara kami tidak bisa mengetahui hasilnya di komputer atau layar monitor. Tiba - tiba muncul keterangan hasil akhir penghitungan," keluhnya.

Mengetahui jumlah dukungannya menyusut jauh, Satiyem, tak bisa menerima. Alasannya, timnya sudah memasukkan data ke Silon KPU sejumlah 94.958 dukungan warga yang dilengkapi KTP.

"Sudah dihitung. Aneh ketika di KPU menyusut jauh. Sisanya kemana," katanya.

Satiyem juga menyangsikan keberadaan CCTV di ruangan penghitungan KPU. Apakah dua CCTV yang dimiliki KPU itu mampu menyorot angka - angka yang ditulis petugas penghitungan.

"Karena yang disoroti pada proses ini adalah angka - angka. Siapa tahu 10 lembar ditulis 1 karena tidak menggunakan sistem penghitungan yang benar. Yang benar manakala kedua belah pihak bisa melihat langsung angkanya saat proses penghitungan sehingga fair," tambah Satiyem. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Sebarkan Kabar Hoax, Polisi Amankan Tiga Wanita
Selanjutnya KM Victori Utama Terbakar di Pelabuhan Tanjungwangi