..
Sidang Zaenal Tayeb Diwarnai Rekaman Petinju Chris Jhon
Petinju dunia Chris Jhon "The Dragon"

Sidang Zaenal Tayeb Diwarnai Rekaman Petinju Chris Jhon

Suksesinews.net, Denpasar - Sidang kasus memasukkan keterangan palsu dalam akta autentik dengan terdakwa pengusaha Zainal Tayeb kembali dilanjutkan dengan agenda tanggapan tim penuntut umum atas pleidoi tim penasihat hukum terdakwa (replik jaksa), Selasa (23/11).

Menariknya, sebelum sidang dibuka oleh majelis hakim pimpinan Wayan Yasa, pihak keluarga dekat Zainal Tayeb memutar rekaman vidio dari mantan petinju juara dunia kelas bulu, Chris John.

Dalam rekaman, petinju yang dikenal dengan sebutan ‘The Dragon’ itu mengaku sudah cukup lama mengenal sosok Zainal Tayeb. Hubungan itu kian erat ketika petinju asal Jateng tersebut diizinkan tinggal dan berlatih di sasana milik Zainal yakni Mirah Sasana Boxing Camp (MBC) Kuta dan Banyuwangi.

“Beliau selain memang jiwa sosialnya tinggi juga sangat senang olahraga untuk meningkatkan prestasi,”sebut pemilik nama lengkap Christian John ini.

Peraih gelar juara dunia terlama ini mengaku tidak percaya atas apa yang dituduhkan pada Zainal Tayeb. Apalagi, korban yang disebutkan dalam kasus ini keponakannya sendiri, Hedar Giacomo Boy Syam.

“Kalau beliau berbuat seperti itu pasti sudah tidak ada lagi tempat untuk beliau. Kenyataannya, teman-teman beliau banyak sekali, baik di Bali atau luar Bali. Beliau baik dengan masyarakat,”ujar peraih gelar juara dunia dari Indonesia setelah Elyas Pical ini.

“Semoga masalah yang dihadapi Pak Zainal cepat selesai, dan beliau diberi kekuatan dan kesehatan yang baik,”sambungnya. Selain itu, sebelum sidang, Zainal juga kedatangan I Nyoman Subanda, akademisi Undiknas, Denpasar, Donal Bagiada, semeton sehobi Bali dan tokoh sepiritual Jro Mangku Putera.

“Kebetulan saya juga pengamat sosial politik di Bali sehingga saya sering berinteraksi dengan tokoh, pejabat publik,”kata Subanda menjawab pertanyaan wartawan.

Sebagai bagian dari wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat kiprah, sepak terjang, dan fenomena sosial yang dialami Zainal Tayeb tak lepas dari perhatiannya.

Ada yang menarik sambung Subanda selama proses sidang. Pertama, proses pengadilan itu bukan hanya melihat benar dan salah. Ada sensitifitas dari penegak hukum. Ada kepedulian dan pertimbangan lain, seperti pertimbangan meringankan dan memberatkan.

“Itu harus diperhatikan oleh penegak hukum tidak hanya hitam putih. Saya tidak mencampuri urusan pengadilan dan substansinya secara hukum. Saya coba melihat proses ini dari perspektif sosial,”beber Subanda.

Subanda menambahkan perkara ini perdata, tidak ada unsur penipuan atau pidana. Kalau perdata selesaikan di perdata. Kalau toh ada efek pada pidana, perdatanya harus diselesaikan dulu tidak langsung pidana.

Selain itu, dalam perkara ini ada keterlibatan Yuri Pranatomo yang sudah mendapat kekuatan hukum tetap dari MA yaitu menguatkan putusan PN Denpasar dengan putusan bebas.

Artinya yang dianggap melakukan penipuan dan persekongkolan itu tidak terbukti harusnya ini tidak diproses lagi tapi sekali lagi saya tidak mencampuri urusan hukum.

Zainal Tayeb dalam kesempatan itu, menyampaikan iklas atas ihwal musibah yang menimpa dirinya. Dia percaya bahwa majelis hakim memahami penuh persoalan ini.

Karenanya Zainal yakin majelis hakim mampu menuntaskan persoalan ini seadil-adilnya. “Yang mulia majelis hakim saya lihat dalam persidangan professional, bijaksana semoga putusan akhirnya memuaskan semua pihak,”harap Zainal Tayeb.

Adapun dalam repliknya, tim penuntut umum, Imam Ramdhoni dkk menegaskan tetap pada tuntutannya.(uuk/Suksesibali)

Sebelumnya Lepas dari Bui, Residivis asal Lombok ini Kembali Dituntut 15 Tahun Penjara
Selanjutnya Bawa 20,57 gram Sabu, Kurir area Denpasar ini Dihukum 12 Tahun Penjara