..
Seribu Pasukan Kostrad Jalani UST
Pasukan Kostrad sedang menjalani Uji Siap Tempur (UST) di Puslatpur Marinir 5 Baluran Situbondo

Seribu Pasukan Kostrad Jalani UST

BANYUWANGI – Seribu prajurit Kostrad menjalani Uji Siap Tempur (UST) di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 5 Baluran, Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur. UST ini ditinjau oleh Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Andi Muhammad.

Dari seribu personil itu, 1 Kompi Kavaleri Yonkav 8/NSW/2 Kostrad, 2 Baterai Arhanud dari Yonarhanud 2/ABW/2 Kostrad, 1 Kompi Bekang Yonbekang 2/MWJ/2 Kostrad, 1 Kompi Zipur dari Yonzipur 10/JP/2 Kostrad, 1 Kompi Kesehatan Lapangan Yonkes 2/YBH/2 Kostrad serta 1 Kompi Peralatan Denpal Divif 2 Kostrad.

Tidak ada alat utama sistem persenjataan atau alutsista terbaru yang digunakan dalam UST. Menurut Pangdivif 2 Mayjen TNI Andi Muhammad, deretan alutsista yang digunakan dalam latihan ini antara lain Tank Leopard buatan Jerman (2015), Rudal Atlas dan Rudal MPCV buatan Perancis (2019).

"Ada Anoa produksi Pindad Indonesia, Kendaraan Jihandak (Penjinak Bahan Peledak), Pasukan Medis Tempur, Pasukan Unit Service Peralatan Tempur, serta Pasukan Perbekalan," terang perwira tinggi TNI AD.

IMG-20211028-WA0062

Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Andi Muhammad (dua dari kanan) bersama Act. Senior Manager External Affairs PT BSI Yunizar Imamsyah

UST merupakan program yang telah distandarisasi dan dilaksanakan secara bertahap, bertingkat serta berkelanjutan. Program ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan serta kemampuan sekaligus menguji sejauh mana kesiapan tempur satuan di bawah Kostrad.

"Setiap prajurit sudah dibekali kemampuan dan pengetahuan perorangan, tinggal bagaimana unsur pimpinan mulai dari Danru dan Danton dapat memaksimalkan kemampuannya dalam memimpin dan mengendalikan pasukan di medan yang sebenarnya," tukas jenderal bintang dua.

Dari hasil tinjau UST pada Kamis (28/10/2021), Majyen Andi Muhammad, melihat pasukannya telah menerapkan latihan perang yang selama ini diperoleh dari pelatih. Hasil latihan itu bisa dilihat dalam UST bagaimana pergerakan pasukan dalam menyerang dan menaklukkan musuh.

"Kalau saya menilai lulus karena dari persiapan sampai sasaran direbut, konsolidasi manuver kaveleri, sipur, pertahanan udara dan Yonkes pergerakannya sempurna. Kalau dinilai angkanya 80," ujarnya.

Dalam UST diperagakan pasukan Kostrad merebut sasaran yang dikuasai satu batalyon plus musuh. Pergerakan penyerbuan sasaran tersebut dimulai saat fajar.

Dengan bekal lengkap prajurit bisa bertahan di medan perang selama satu minggu. Tidak semua personil langsung dinyatakan lulus UST. Bagi yang belum lulus bisa mengulang lagi. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Beri Dukungan untuk Zaenal Tayeb, Mantan Petinju Nasional Datangi PN
Selanjutnya Vaksin Keliling Polresta Banyuwangi Sasar Demonstran