..
Sedan Timor Disambar KA Mutiara Timur

Sedan Timor Disambar KA Mutiara Timur

BANYUWANGI - Kecelakaan di perlintasan kereta api kembali terjadi. Mobil Sedan Timor tertabrak Kereta Api Mutiara Timur jurusan Banyuwangi - Surabaya.

Musibah ini terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (5/2/2020) siang. Akibat kecelakaan ini, mobil sedan bernomor polisi DK-1156-QW yang dikendarai Sugiyanto warga Lingkungan Wangkal, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi ringsek di bagian bodi depan.

Tim Unit Laka Lantas Polresta Banyuwangi dan warga yang datang ke lokasi kejadian langsung mengevakuasi kendaraan yang ringsek ke tepi jalan agar tak menganggu pengguna jalan lain. Kecelakaan bermula saat mobil sedan berwarna ungu melintas dari arah barat. Sesampainya di lokasi kejadian, sang sopir yang tak menyadari bahwa akan ada kereta api yang melintas tetap saja melaju menuju arah timur menyeberangi rel kereta api.

Karena tak sempat menghindar, mobil sedan ini pun langsung dihantam KA Mutiara Timur yang melaju kencang dari arah utara menuju ke selatan. Seketika itu, mobil sedan langsung terpental ke arah kiri hingga membuat bodi depan ringsek. Beruntung sang pengemudi dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka lecet.

IMG-20200205-WA0018

Selain karena sopir kurang hati - hati, ternyata sirine tanda bahaya yang ada di perlintasan kereta api tersebut sedang rusak. Sirine yang seharusnya berbunyi sebelum kereta api melintas baru berbunyi setelah kereta lewat.

“Saya itu enggak tau kalau ada kereta api. Soalnya sirine tidak berbunyi kalau akan ada kereta api melintas. Waktu hampir dekat di rel, baru tahu kalau ada kereta yang melaju. Saya sempat mencoba memundurkan mobil, tapi di belakang kendaraan ada motor. Kondisi jalannya juga menanjak. Jadi akhirnya saya pasrah dan ditabrak. Alhamdulillah tidak apa-apa,” kata Sugianto.

Terkait sirine yang tidak berbunyi saat kereta api akan melintas, menurut Kanit Laka Lantas Polresta Banyuwangi Iptu Ardy Bitha Kumala, pihaknya berencana akan berkoordinasi dengan pihak Dishub Kabupaten Banyuwangi dan PT Kereta Api Indonesia. Karena keduanya yang bertanggung jawab atas kerusakan dan perbaikan sirine.

“Kita akan koordinasikan dengan pihak Dishub dan PT KAI terkait sirine yang eror. Untuk sementara kecelakaan ini juga disebabkan karena kurang kehati-hatian sang sopir,” tuturnya. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Pengakuan Ali : Niat Membakar Ketika Melihat Lanjaran
Selanjutnya Pembawa Sabu 496 gram dari Aceh Dibui 15 Tahun Penjara