..
Sebarkan Kabar Hoax, Polisi Amankan Tiga Wanita
Tiga perempuan yang diduga menyebarkan berita bohong soal penculikan anak di Banyuwangi

Sebarkan Kabar Hoax, Polisi Amankan Tiga Wanita

BANYUWANGI - Tiga wanita  di Banyuwangi, Jawatimur, berurusan dengan aparat kepolisian setempat. Pasalnya, mereka diduga menyebarkan video hoax soal maraknya penculikan anak.

Berita bohong diawali dengan share di grup WhatApps (WA) wali murid sebuah sekolah TK di Kota Banyuwangi. Lalu, menurut Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin SIK, dibagikan ke laman Facebook (FB).

"Diketahui lewat patroli dunia maya. Dalam akun anie-anie diposting waspada penculikan anak - anak yang merebak sampai Kebalenan, desaku. Hasil gelar perkara adalah bohong," jelas Kapolresta.

Identitas ketiganya, RR, TF, AR. RR dan TF dari Kelurahan Mojopanggung. Sedangkan AR tinggal di Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi. Mereka adalah para walimurid di sebuah TK di kawasan Kota Banyuwangi.

IMG-20200225-WA0025

Ketiga pelaku mengakui bila apa yang dibagikan itu bohong. Ini menimbulkan efek negatif di kalangan masyarakat karena beritanya tak bisa dipertanggungjawabkan.

"Pelaku mengaku hanya meneruskan apa yang didapat dari grup WA. Jeratannya UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun," tambahnya.

AR, pemilik akun anie - anie mengaku berita diperoleh dari akun yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu dirinya bersama kedua rekannya meminta maaf kepada masyarakat yang membaca share postingannya.

"Kami bertiga memposting agar warga waspada penculikan. Saya panik karena punya cucu sekolah. Biasanya saya telaah dulu, setelah ada edaran panik," akunya. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Perkenalkan, Si Tulik Maskot Pilbup 2020
Selanjutnya Tak Puas Hitungan KPU, Tim Satiyem Tolak Tanda Tangan