..
Satgas Covid Lanjutkan Pemadaman PJU
Anggota Unit Laka Satlantas Polresta Banyuwangi membantu pemotor yang menabrak penyekat jalan selama PPKM Darurat

Satgas Covid Lanjutkan Pemadaman PJU

BANYUWANGI - Pemadaman penerangan jalan umum (PJU) selama PPKM Darurat Jawa - Bali menimbulkan korban. Seorang pengendara motor menabrak pagar pembatas penutup jalan di perempatan SMPN 1 Banyuwangi.

Adalah Bambang Sampurno (66), warga Jalan Sritanjung No.15 Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi yang mengalami nahas. Bagian wajah pria ini berdarah setelah kuda besi yang dikendarainya menabrak pagar penutup jalan pada Rabu (14/7/2021) malam.

Tubuh Bambang terkapar di jalan yang gelap tanpa lampu penerangan. Korban sempat ditolong oleh anggota Unit Laka Satlantas Polresta Banyuwangi yang berada di sekitar TKP. Kanit Laka Polresta Banyuwangi Iptu Budi Hermawan membenarkan peristiwa itu.

"Itu kecelakaan tunggal dan korban langsung dilarikan ke klinik terdekat. Kamis (15/7/2021) pagi informasinya sudah pulang," terang Kanit Laka.

Video kecelakaan itu beredar luas di Facebook (FB). Akun FB Kang Syauqi salah satu yang mengkritisi peristiwa yang menimpa Bambang.

"Ada kabar semalam seorang tua nabrak pagar penyekat. Kejadian di tengah kota Banyuwangi. 100 meter dari kantor bupati. Muka dan tubuh berdarah. Entah bagaimana penanganan selanjutnya.

Sebelumnya kejadian nabrak pagar malam hari, namun tidak terekam. Mata minus, dan ketika sedang membeli kebutuhan keluarganya.

Tempo hari ada kerabat terkena serangan nafas di malam hari. Anak tidak bisa keluar beli obat karena penglihatannya terganggu. Melihat obyek secara jelas hanya jika ada paparan cahaya," tulis akun itu.

Akun Kang Syauqi menilai langkah pemadaman PJU kurang tepat. Dibanding manfaat lebih banyak kurangnya.

"Pemadaman ini menurut saya banyak madharat daripada manfaatnya. Ketua Satgas Covid Banyuwangi harus segera menghentikan. Silahkan sekat sebanyak tempat. Tapi lampu jalan tetap nyalakan. Patroli lebih giatkan," postingnya.

Apakah keluhan warga itu ditindaklanjuti Satgas Covid-19 Banyuwangi? Menurut Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi, Letkol Yuli Eko Purwanto, kebijakan pemadaman lampu penerangan jalan umum di malam hari akan diteruskan. Itu berdasarkan berbagai pertimbangan.

"Kita malam kena hitam lagi," jawabnya singkat.

Wakil Ketua Satgas yang lain, AKBP Nasrun Pasaribu, pun sama. Satgas memutuskan untuk melanjutkan pemadaman PJU di waktu malam. Karena disaat pemadaman ada petugas jaga lengkap dengan rompi serta lampu di tangan yang terus menyala.

"Seandainya sudah baik akan kita tingkatkan, kalau terpuruk akan kita upayakan menjadi baik. Ini demi kemaslahatan masyarakat Banyuwangi. Dan warga supaya mengerti karena terkonfirmasi virus corona harus kita turunkan," tegas Kapolresta Banyuwangi.

Kebijakan ini diputuskan setelah rapat pada Kamis (15/7/2021). Tidak hanya pemadaman PJU saja yang dibahas. Menurut Sekretaris Satgas Covid-19, Mujiono, masalah penyekatan turut pula dibahas karena Banyuwangi masuk zona hitam lagi. Sementara waktu warga diminta membatasi mobilitas sampai 20 Juli 2021.

"Kita sudah bahagia, hampir kuning cuma kurang 0,1 dari 19,9 persen. Lha hari ini data dari pusat kita jadi hitam. Hitam ini kita evaluasi bersama. Apakah karena pencahayaan lampu masih mempengaruhi, kedua mobilitas, ketiga berkerumunnya masyarakat," tegas Sekda Mujiono. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Tipu Korban Ratusan Juta Beli Tanah Kavling, Ridartayasa Dituntut Ringan
Selanjutnya Orang Kepercayaan Zaenal Thayeb Dituntut 2 Tahun