..
Residivisi asal Kupang ini Dituntut 5 Tahun Bui
Jaksa Gst Lanang saat bacakan tuntutan secara online

Residivisi asal Kupang ini Dituntut 5 Tahun Bui

Suksesinews.net, Denpasar - Belum genap setahun Sunarka Hari Wibawa (37) menghirup udara bebas dari dalam Lapas, kini kembali Ia terjerat dalam kasus yang sama. JPU pun menuntutnya hukuman penjara selama 5 tahun.

Dalam sidang yang digelar secara online di PN Denpasar, terdakwa oleh Jaksa IGST Lanang,SH dinilai terbukti bersalah atas kepemilikan sabu dengan berat bersih 0,35 gram.

Jaksa dari Kejari Denpasar ini menuntut agar terdakwa dihukum pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp.800 juta yang dapat digantikan dengan penjara selama tiga bulan.

"Terdakwa telah memenuhi unsur memiliki dan sebagai perantara narkotika jenis sabu. Perbuatan terdakwa sebagaimana tertuang dalam Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tentang narkotika tahun 2009," tuntut Jaksa dihadapan Hakim Dewa Budi Watsara,SH.MH, Selasa (23/3).

Dijabarkan Jaksa dalam dakwaan, bahwa terdakwa kelahiran Kupang, NTT ini diamankan saat akan melakukan tempelan dipinggir jalan pertanian, Pesanggaran Denpasar Selatan, Jumat 20 Nopember 2020 pukul 23.00 Wita.

"Saat dipergoki polisi, terdakwa membuang sesuatu berupa satu plastik klip berisi sabu yang beratnya 0,35 gram netto," tutur Jaksa dalam dakwaan.

Bahwa sebelumnya terdakwa mendapat sabu dari seorang napi bernama Antok Dolar yang dikenalnya saat terdakwa berada dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan. Awalnya terdakwa menghubungi untuk pinjam uang.

Oleh Dolar diminta untuk mengambil paket sabu untuk diedarkan. "Kalau mau uang ambil tempelan. Nanti kamu tempel ke alamat yang aku beritau," tulis Dolar kepada terdakwa.

Saat itu, sudah dua titik terdakwa tempel sabu atas perintah Dolar. Namun dititik tempelan ke tiga, dipergoki petugas dan langsung diamankan dengan barang bukti 1 paket plastik klip berisi sabu berat 0,35 gram.(uuk/suksesibali)

Sebelumnya Buronan Interpol Yang Dihukum Ringan Untuk 0,5 kg Kokain Akhirnya Dideportasi
Selanjutnya Mengabdi 34 tahun, Puspaka Tak Pernah Bermasalah Dengan Hukum