..
Remisi Kemerdekaan, Secuil Harapan Kebebasan Narapidana
Tiga perwakilan narapidana mendapat ucapan selamat dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas karena mendapatkan remisi

Remisi Kemerdekaan, Secuil Harapan Kebebasan Narapidana

BANYUWANGI - Remisi di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia paling dinanti para narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banyuwangi. Pengurangan hukuman itu menjadi jalan cepat bagi para napi untuk menghirup udara bebas.

HUT ke-75 ini, dari 560 narapidana 431 orang mendapatkan remisi dari Kementerian Hukum dan HAM. Kepala Lapas Kelas II A Banyuwangi, Ketut Akbar Herri Achjar, menjelaskan sebanyak 129 napi gagal memperoleh pengurangan hukuman karena tidak memenuhi syarat.

"Tidak memenuhi syarat itu lantaran masa hukumannya pendek atau statusnya tahanan," beber Ketut Akbar.

Di Lapas Kelas II A Banyuwangi, jumlah tahanan sebanyak 202 orang. Disebut tahanan karena mereka masih menunggu atau menjalani proses persidangan yang perkaranya belum diputus dan berkekuatan hukum tetap.

IMG-20200817-WA0066

Masih menurut Kalapas, diantara 431 orang yang memperoleh remisi, hanya 1 saja yang langsung menghirup udara bebas. Sedangkan 50 napi lainnya baru berhak meninggalkan lapas pada 18 Agustus 2020.

"Ada yang dapat pengurangan satu, dua hingga enam bulan. Remisi adalah hak para warga binaan. Untuk yang langsung bebas semoga bisa hidup baik di masyarakat," pesan pria asli Banyuwangi.

Sebagai penghormatan, 50 napi yang melenggang bebas dibikinkan acara pelepasan. Upacara pelepasan tersebut sangat sederhana dan terkait dengan tujuh belasan.

Saat ini, total penghuni Lapas Banyuwangi berjumlah 762 jiwa. Terdiri dari 560 narapidana dan 202 tahanan. Mereka terbelit berbagai perkara hukum, baik pidana umum maupun pidana khusus. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan di Pemprov Bali Penuh Khidmat dan Ikuti Prokes
Selanjutnya Kolaborasi Bobby SID dengan 3 Musisi Hasilkan Lagu Garuda Patriot