..
Polsek Glenmore Razia Balapan Liar, 49 Unit Motor Diamankan

Polsek Glenmore Razia Balapan Liar, 49 Unit Motor Diamankan

BANYUWANGI - Puluhan pemuda di wilayah Kecamatan Glenmore ini sungguh terlalu. Sudah tahu dimasa pandemi corona dilarang berkerumun justru menggelar arena balapan liar. Aparat Polsek Glenmore pun bersikap tegas, merazia.

Puluhan pemuda yang terlibat diamankan. Begitupun kuda besi yang ditunggangi, dibawa aparat ke Mapolsek Glenmore. Tercatat 49 sepeda motor menjadi barang bukti dugaan kebut - kebutan di jalan raya.

"Orang dan kendaraan semua diamankan. Kendaraan sudah kita police line. Mereka yang kita amankan dikasih pembinaan agar tidak mengulangi aksinya lagi," beber Kapolsek Glenmore AKP Basori Alwi.

IMG-20200426-WA0047

Selanjutnya, puluhan pemuda itu dilakukan pendataan. Nama dan identitas lengkapnya ditulis aparat. Usai dibina, mereka diperkenankan pulang dengan syarat.

"Untuk membawa balik sepeda motor harus menunjukkan SIM dan STNK. Khusus yang bodong atau yang tanpa dokumen kelengkapan kendaraan bermotor kita tahan. Bisa diambil jika ada BPKB," ujar Basori.

Razia balapan liar ini merupakan yang perdana digelar Polsek Glenmore selama Ramadhan. Lokasi penertiban berada di Jalur Lintas Selatan (JLS) dekat Industri Gula Glenmore (IGG) di Dusun Kendeng Lembu, Desa Karangharjo. Operasi ini melibatkan banyak anggota.

"Tim kita bagi empat. Tim 1 bertugas melakukan penyelidikan terdiri dua personil bertugas paling awal. Tim ini dipimpin Kanit Reskrim Ipda Didik Hariono. Tim 2,3,4 sebagai tim tindak dengan kekuatan masing - masing 6,6 dan 4 personil," tambah mantan perwira pertama yang pernah menjabat Kasat Sabhara Polres Banyuwangi.

IMG-20200426-WA0037

Penertiban dimulai sejak pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini diawali apel dipimpin oleh Kapolsek Glenmore AKP Basori Alwi. Selanjutnya, pukul 15.45 WIB Tim 2 bergerak menuju lokasi. Setelah mendekati lokasi Tim 1 menutup jalan di Perempatan Pohon Beringin. Langkah ini diikuti Tim 3 yang mengekor di belakangnya. Proses penanganannya berlangsung sampai pukul 19.30 WIB. 

"Jarak Tim 1-2-3 sekitar 150 meter sehingga para pembalap liar juga penontonnya tidak bisa bergerak dan menumpuk di tengah kepungan aparat," kisahnya, Minggu (26/4/2020).

Sikap tegas diambil demi keselamatan pemotor itu sendiri. Alasan lainnya, aksi para pebalap liar telah meresahkan warga khususnya pelintas JLS. Disamping itu, Covid 19 mudah menyebar lewat kerumunan.

"Kami tengah berjuang memutus penyebaran virus corona. Berkerumun saja tidak boleh, lha ini malah balap liar. Saat ini kita bina, lain waktu bisa mengarah ke jalur hukum," sesal Basori. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Bantu Orang Cacat, "Pang Pada Payu" Bagikan Sembako
Selanjutnya Tidak Benar KM Splendor Tidak Boleh Sandar di Pelabuhan Benoa