..
Pengelola Investasi Bodong Resmi Tersangka

Pengelola Investasi Bodong Resmi Tersangka

BANYUWANGI - Satreskrim Polresta Banyuwangi akhirnya menetapkan wanita berinisial Z sebagai tersangka dugaan investasi abal - abal. Z dinaikkan statusnya selaku tersangka setelah polisi memintai keterangan sejumlah saksi.

Peran Z dalam kasus ini bertindak sebagai pengelola investasi dengan jumlah 260 kelompok yang dioperasikan menggunakan aplikasi WhatApps (WA). Nilai investasi yang diputar versi Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin SIK kurang lebih Rp 1 Miliar.

"Ada bukti materiil soal keganjilan investasi bodong. Pelaku sudah mengkonsolidasikan 260 kelompok dalam grup WhatApps. Dikelompokkan sesuai nilai investasi," ujar perwira menengah asal Sulawesi Selatan.

Investasi bodong yang kini kasusnya ditangani Unit Harta dan Benda Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyuwangi ini beroperasi sejak November 2020 - Maret 2021. Keganjilan investasi ini dilaporkan ke Polresta Banyuwangi pada 3 April 2021.

"Investasi Rp 100 ribu dalam lima hari akan dilipatkan menjadi Rp150 ribu. Hasil investasi sebagian dibelikan untuk sarana kantor semisal AC dan meja kursi," tambah Kombes Arman Asmara.

Sarana kantor itu telah disita sebagai bukti. Selain itu ada buku tabungan bank, rekening koran, buku catatan rekap dana masuk dan keluar, uang Rp 40 juta, termasuk HP yang digunakan untuk mengoperasikan investasi.

"Kami membuka posko aduan di SPKT Polresta Banyuwangi. Jika ada yang merasa menjadi korban bisa melapor ke SPKT," tutur Kapolresta.

Saat ini baru Z yang ditetapkan tersangka. Ada kemungkinan akan ada pelaku lain yang statusnya sama seperti Z.

"Kemungkinan ada, masih dalam proses pengembangan," tegasnya.

Romi Zalfa, salah satu korban investasi yang datang ke Mapolresta Banyuwangi ketika sesi jumpa pers kasus investasi bodong, Selasa (4/5/2021), berharap polisi mengusut pelaku lain yang mungkin terlibat. Dirinya meyakini tak mungkin pelaku beraksi seorang diri.

"Suaminya pasti tahu operasional investasi. Jadi polisi mesti mengusutnya," tuding korban investasi yang menanam modal awal Rp 20 juta. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Gubernur Bali Kembali Terima Penghargaan Keselamatan Kesehatan Kerja Dari Kemenaker RI
Selanjutnya Gagahi Murid Les, Pensiunan Guru SD ini Dituntut 12 Tahun