..
Pengakuan Ali : Niat Membakar Ketika Melihat Lanjaran
Ali Heri Sanjaya memperagakan ketika membopong Rosidah dari lokasi jatuh usai dipukul menuju tumpukan bambu lanjaran untuk dibakar

Pengakuan Ali : Niat Membakar Ketika Melihat Lanjaran

BANYUWANGI - Ali Heri Sanjaya (27), dikeluarkan dari sel tahanan Mapolresta Banyuwangi, Rabu (5/2/2020). Tersangka atas dugaan pembunuhan disertai pembakaran terhadap seorang wanita itu menjadi pemeran utama dalam reka adegan kasusnya.

Rekontruksi yang sedianya digelar di TKP Dusun Kedawung, Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat, dialihkan ke Mapolresta Banyuwangi dengan pertimbangan keamanan. Paman korban, Ahmad Sodik, turut menyaksikan bagaimana keponakannya, Rosidah (17), dihabisi oleh pelaku.

Dari 23 adegan yang diperagakan, terdapat beberapa perkembangan. Awalnya, kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin SIK, rekontruksi akan menggambarkan 18 adegan.

"Saat mau membakar, pelaku menyalakan api pada botol bekas bensin. Pelaku berniat membakar setelah melihat bambu lanjaran untuk menghilangkan barang bukti," katanya.

Perkembangan lainnya, pada reka adegan ini dihadirkan dua tersangka lain. Yakni Slamet Adi Mulyono (43) dan Saipul Mustakim (38). Slamet yang tercatat sebagai warga Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo adalah penadah sepeda motor korban yang dijual oleh Ali. Sedangkan Saipul yang memiliki konter HP di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, pembeli ponsel korban.

"Kedua penadah adalah kawan pelaku," tambah Kapolresta.

IMG-20200205-WA0007

Dalam rekontruksi itu tergambar bagaimana sandal dan helm korban dilempar oleh tersangka. Pelaku ternyata tidak hanya membeli bensin, tapi plus korek. Dan Rosidah dibakar oleh Ali tidak di lokasi jatuh sewaktu dipukul usai turun dari motor. Melainkan dipindah ke tumpukan bambu lanjaran tak jauh dari lokasi korban tewas dicekik.

"Bensin satu liter disiramkan pada lanjaran, tidak ke tubuh korban. Tersangka terpikir membakar setelah melihat tumpukan lanjaran," lanjutnya.

Adegan pembunuhan berakhir pada sesi ke 20. Angka 21-23 menggambarkan bagaimana Ali menjual HP dan motor kepada kedua kawannya yang kini turut menjadi tersangka. Saipul mengaku yakin membeli HP korban yang ditawarkan pelaku karena tidak tahu bahwa itu hasil kejahatan. Saat transaksi dirinya sempat menanyakan darimana ponsel itu berasal.

"Bilang barang dari Bali. Dan saya tambah yakin karena dia (Ali) tahu sandi ponsel ya," akunya.

Peristiwa pembunuhan yang sempat menghebohkan warga Desa Pondok Nongko ini semata - mata dilandasi sakit hati. Pemicunya tersangka sering dibuli korban berkali-kali dengan memanggil gendut dan sumo. Padahal keduanya sama-sama berasal dari Kelurahan/Kecamatan Kalipuro. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Wakil Gubernur Bali Lepas Penerbangan Terkahir Wisatawan China
Selanjutnya Sedan Timor Disambar KA Mutiara Timur