..
Peduli Pekerja Terdampak Corona, 5 Gamers dari Bali Mobile LAgend Community Gelar Laga Amal
Anggota Phoenix LAdies E-Sport Bali yang akan meramaikan laga untuk donasi pekerja terdampak corona di Bali

Peduli Pekerja Terdampak Corona, 5 Gamers dari Bali Mobile LAgend Community Gelar Laga Amal

Suksesinews.net, Denpasar -  Laga amal online atau charity streaming akan digelar Bali Mobile LAgend Community pada Hari Buruh 1 Mei 2020 mendatang dan akan disiarkan di Nemo TV yang merupakan platform streaming para gamers. Hasil dari laga amal ini akan diberikan sepenuhnya kepada pekerja Bali yang dirumahkan akibat pandemi virus corona yang memukul industri pariwisata Bali.

Koordinator Bali Mobile LAgend Community Eric Hendrawan mengatakan laga amal ini akan diinisiasi lima gamers wanita papan atas di Bali yang tergabung dalam Phoenix LAdies E-sport Bali. Hal ini juga sebagai bagian dari Hari Kartini dan untuk menyambut Hari Buruh. "Jadi mereka ini akan bertarung secara streaming yang akan disiarkan secara langsung melalui kanal di Nimo TV," katanya Rabu (22/4).

Nah nantinya warganet bisa ikut berdonasi hanya dengan bergabung di kanal ini. "Setiap satu viewer yang gabung atau melihat laga ini akan dihitung Rp 1.000 oleh kami. Kelipatan penonton ini akan kami kali Rp 1.000, hasilnya akan kami belikan paket sembako dan akan kami berikan pada pekerja atau karyawan yang terdampak corona," imbuhnya.

Industri pariwisata selama ini jadi penyokong utama perekonomian Bali, saat corona ini banyak pekerja yang terpaksa dirumahkan. Karena itu di momentum Hari Buruh 1 Mei 2020 nanti pihaknya akan memberikan donasi kepada mereka yang terdampak virus corona. Semakin banyak penonton yang menyaksikan, maka akan semakin banyak donasi yang diberikan ke pekerja.

"Selain hanya nonton saja sudah kami hitung donasi, bagi masyarakat yang ingin menyumbang juga bisa disalurkan melalui panitia," urainya.

Eric menyebut setiap tim yang terdiri dari lima orang yang ingin melakukan open scrim atau main bareng (mabar) dengan Phoenix LAdies E-Sport wajib donasi Rp 100 ribu atau per orang Rp 20 ribu. "Hasil donasi ini juga akan kami sumbangkan semua untuk pekerja pariwisata yang terdampak corona. Karena selama ini belum banyak yang konsen (membantu) ke sana," ungkapnya.

Program di rumah saja, kata dia, bisa digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan positif. Bagi gamers selain bisa streaming juga bisa ikut kegiatan amal secara online di rumah masing-masing hanya dengan bergabung saja menjadi penonton maupun ikut 'bertarung'.

Untuk lima ladies e-sport yang tergabung dalam Phoenix LAdies E-sport Bali ini adalah pemain papan atas di Pulau Dewata. Sebagian besar mereka dikontrak klub profesional atau platform game e-sport bahkan juga ada yang dikontrak oleh platform media sosial.

Lima nama itu adalah Febria Beauty biasa dipanggil oleh para gamer BB (beebee). Kemudian Charity Tamara dengan nama tenar di dunia game TamTam. Ada juga Dwi Mentari Putri dengan nama di game: aeydmp (mak aey), kemudian Dhita, dan Rischa.

Mereka akan bermain Mobile Legends pada 1 Mei 2020 di Nimo TV.

"Kami mengajak para gamers semuanya gabung, ayo teman-teman ikutan donasi di charity stream LAzone yuk hanya dengan nonton saja. Soalnya setiap viewer yang nonton charity stream akan dihitung Rp 1.000 dan akan didonasikan untuk kebutuhan penanggulangan Covid-19. Lumayan kan modal nonton sekaligus bisa donasi juga," kata perempuan yang pernah dikontrak platform game live streaming Game.ly Indonesia ini.

Ajakan yang sama juga dikatakan Dwi Mentari, dia mengajak gamers Bali bergabung baik sebagai penonton maupun pemain yang akan menantangnya.

Beebee juga mengajak gamers Bali untuk bergabung agar donasi yang diberikan kepada pekerja yang terdampak corona bisa maksimal.

Bali Mobile LAgend Community adalah bagian dari LAzone Bali. Sebelumnya LAzone Bali sukses menggelar turnamen e-sport bulan Februari lalu. Turnamen LAzone Bali ini bahkan diikuti ratusan peserta. rie/suksesinews

Sebelumnya Konjen Jepang Puji Strategi Pemrov Bali Tekan Penyebaran Covid-19
Selanjutnya Aniaya Sesama WNA, Pria Iran ini Dituntut 7 Bulan