..
PCNU Banyuwangi  Tolak Legalisasi Miras

PCNU Banyuwangi Tolak Legalisasi Miras

BANYUWANGI - PCNU Banyuwangi menolak legalisasi minuman keras dan beralkohol. Penolakan ini disuarakan oleh PCNU secara resmi pada Selasa (2/3/2021).

Penolakan terhadap Perpres No.10 tahun 2021 soal investasi dan penanaman modal minuman keras dan beralkohol dengan mengedepankan 4 pertimbangan. Keempat pertimbangan itu tercetus melalui musyawarah PCNU Banyuwangi yang dihadiri seluruh Pengurus Harian Cabang NU Banyuwangi, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor, Banser, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dan Aswaja Center Banyuwangi.

Para pengurus menilai bahwa pada lampiran ketiga Perpres nomor 10 Tahun 2021 lampiran 31 dan 32 huruf a menyatakan wilayah yang disesuaikan budaya dan kearifan setempat ini berarti menjustifikasi daerah-daerah tersebut telah memiliki budaya minuman keras atau beralkohol. Kedua, di dalam kaidah fiqih mencegah mafsadah lebih dikedepankan daripada mendatangkan maslahat. Tiga, peredaran minuman keras di kalangan pemuda sudah tidak terkendali. Terakhir, tidak ada dalam ajaran agama yang menghalalkan minuman keras.

"Berdasarkan pertimbangan di atas, maka PCNU Banyuwangi menyatakan menolak segala bentuk kebijakan yang mengarah kepada legalisasi minuman keras dan minuman beralkohol yang sudah secara jelas diharamkan oleh agama dan menimbulkan kemudaratan bagi anak bangsa," urai Katib Syuriah PCNU Banyuwangi, Kiai Sunandi Zubaidi.

Dari hasil konfirmasi kami kepada sejumlah pemuka agama, tidak ada dalam ajaran agama manapun yang menghalalkan minuman keras. Apalagi peredaran minuman keras di kalangan pemuda sudah tidak terkendali.

“Mohon Pak Presiden peka. Jangan hanya mengejar investasi, kemudian melakukan hal-hal yang dapat merusak mental anak-anak bangsa,” cetus Ketua PCNU Banyuwangi, H.Moh.Ali Makki.

IMG_20210302_121038

PCNU Banyuwangi juga mendorong pemerintah agar dalam memperkuat investasi ekonomi tidak menegasikan potensi kerugian atau disinsentif pada pembangunan sumber daya manusia yang berketuhanan. Pihaknya akan mendorong PWNU Jatim dan PBNU untuk tegas bersikap.

“Kami juga mendorong Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk secara jelas, tegas dan bijaksana menyampaikan penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang mengarah kepada legalisasi minuman keras atau minuman beralkohol,” terang Kiai yang akrab disapa Gus Makki.

PCNU Banyuwangi juga mengimbau agar warga Nahdliyin di Banyuwangi tetap menjaga situasi dan kondusivitas di lingkungan masing-masing demi ketertiban bersama, serta tidak terpancing untuk melakukan hal-hal yang dapat merugikan kepentingan bersama yang lebih besar. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya 8 Orang Saksi Dipanggil Kejati Bali Terkait Kasus Korupsi di Gerogak
Selanjutnya Babinsa Divaksin Lebih Awal