..
Ny Putri Koster Dalam Sesi Acara 'Mantra Hati dan Filsafat Bali'
Ny.Putri Koster saat sesi wawancara

Ny Putri Koster Dalam Sesi Acara 'Mantra Hati dan Filsafat Bali'

Suksesinews.net, Denpasar - Ketua Dekranasda Prov Bali Ny Putri Koster berkesempatan melakukan tapping wawancara dengan CEO Motivator Bali Learning Center (MBLC) Ketut Wiratama dalam acara 'Mantra Hati dan Filsafat Bali', yang bertempat di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Sabtu (17/10).

Pada kesempatan ini, ia mengajak masyarakat Bali untuk selalu berpikir positif menghadapi pandemi Covid-19 ini. Hal lain yang menjadi sorotan Ketua Dekranasda tersebut adalah pelestarian kain tradisional Bali, baik endek maupun songket.

Ia mengaku kagum dengan terpilihnya endek Bali menjadi salah satu motif pakaian dalam koleksi terbaru rumah mode dunia Christian Dior. Namun, ia menambahkan apakah kagum tersebut cukup? "Saya tidak mau kita hanya bisa kagum saja. Dior memilih tenun kita, lalu harus ada kompensasi dong untuk para perajin kita. Setidaknya dengan terpilihnya endek para perajin kita harus sejahtera," tegasnya.

Hal itu pun sudah ia lakukan saat rapat terakhir dengan pihak rumah mode tersebut. Ia mengaku Dior harus memenuhi beberapa kriteria terlebih dahulu yang bersifat menguntungkan para perajin kita untuk menggunakan endek dalam koleksi mereka.

Keinginannya, untuk kerajinan Bali adalah tentang mengembalikan fungsi tenun Bali yang sakral ke fungsinya semula. "Contohnya rangrang dari Nusa Penisa, itu kan diperuntukkan sebagai upacara, namun pernah booming sebentar tapi sekarang ditinggalkan lagi," ujarnya.

Tindakan mengeksploitasi songket rangrang telah menempatkan kain tersebut bukan di tempatnya, dan memudarkan kesakralan kainnya.

Untuk itu, ia mengajak para perajin untuk tidak hanya mengejar target semata, namun narus kembali ke jati diri. "Menghasilkan karya yang berkualitas, karya yang sesuai dengan fungsi yang sesuai dengan Nangun Sat Kerthi Loka Bali," terangnya.

Sebagai informasi, MBLC adalah sebuah wadah yang mendorong anak muda untuk mengasah kemampuan serta nilai mereka, sehingga bisa berkembang dan mengabdi sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.

"MBLC juga melakukan training untuk membentuk karakter managemen diri, kepemimpinan serta pengelolaan sumber daya manusia di Bali," pungkasnya.(red/suksesibali)

Sebelumnya Gubernur Koster Apresiasi Peran OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara
Selanjutnya Kisah Bunda Putri Jalani Karantina Saat Dinyatakan Positif Covid-19