..
Notulen Hearing Bocor Mencatut Nama Kepala BKD

Notulen Hearing Bocor Mencatut Nama Kepala BKD

BANYUWANGI - Notulen hearing di DPRD Banyuwangi pada 13 Agustus 2021 bocor dan membuat heboh. Pasalnya, dalam catatan hasil rapat dengar pendapat tersebut menyebut soal transfer uang yang diduga berkaitan dengan mutasi jabatan di salah satu SKPD.

Nama Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banyuwangi, Nafiul Huda, pun ikut terseret. Karena salah satu anggota LSM menanyakan soal bukti transfer di tengah - tengah hearing yang sejatinya membahas soal lepasnya 1/3 kawasan Ijen dan saham PT BSI.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono, yang kala itu memimpin hearing mengaku kaget terkait isi notulen tersebut. Karena dalam dengar pendapat yang melibatkan LSM Gerak dan Perintis tersebut tidak membahas secara spesifik soal itu.

"Pembahasan Ijen dan BSI berjalan asyik dari awal. Tiba - tiba di tengah hearing ada salah satu anggota LSM yang menanyakan langsung ke Pak Huda (Nafiul Huda) soal bukti transfer dari seseorang. Katanya uang itu untuk mengurus kepangkatan," beber Ruliyono, Selasa (7/9/2021).

IMG_20210907_200642

Ruliyono, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi

Karena tidak terkait dengan inti hearing, Ruliyono kemudian mengarahkan anggota LSM tersebut agar membicarakannya dengan Kepala BKD di luar acara dengar pendapat. Setelah acara hearing selesai, Ruli mendapat pesan dari Nafiul Huda.

"Pak Huda kirim bukti transfer itu ke saya. Dana itu dikirim atas nama orang lain, bukan Pak Huda. Makanya beliau bingung, kok justru yang menjadi sasaran dia," tegas politisi dari Partai Golkar.

Pada bukti transfer tersebut memang tidak ada nama Kepala BKD Banyuwangi Nafiul Huda. Penerima dana Rp 47 juta itu seorang perempuan berinisial SF yang dikirim seorang pria berinisial EM. Transaksi terjadi pada 13 Desember 2018.

Amir Khan mengakui sebagai orang yang bertanya terkait slip transfer itu ketika hearing pertengahan Agustus 2021 lalu. Ia bertanya sebatas memastikan benar atau tidak.

"Kalau tidak benar mestinya Pak Huda dalam dengar pendapat tidak perlu menjawab iya. Saya tanya apa benar ada transfer uang, dijawab ada," jelas Amir.

Justru Kepala BKD menyebut angka tahun pengiriman uang. Dia bahkan menjelaskan agak rinci tanpa diminta.

"Baru setelah di luar (selesai hearing) beliau menjelaskan bahwa uang itu ditransfer kepada orang lain, bukan dirinya," imbuhnya.

Nafiul Huda menegaskan, kasus ini di luar ketentuan. Ia pun membantah terkait dalam dana transfer untuk pengurusan sebuah jabatan seperti yang kini beredar.

"Tidak pernah saya menyuruh atau menemui seseorang untuk membayar dalam jumlah tertentu agar mendapat posisi tertentu. Saya pastikan itu praktik penipuan," tepis Kepala BKD.

Selama ini, pihaknya selalu gencar memberikan imbauan agar masyarakat waspada penipuan yang mencatut nama pejabat Pemkab Banyuwangi. Termasuk soal iming - iming posisi jabatan tertentu.

"Promosi jabatan berlangsung secara profesional dan tidak ada pungutan. Semua harus dinilai berdasarkan kinerja dan loyalitas terhadap pimpinan," bantahnya lagi. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Zaenal Thayeb Dilimpahkan ke Kejari Badung dan Tetap Ditahan
Selanjutnya Bawa Ratusan Butir Ekstasi dan Sabu, Pria asal Malang ini Dituntut 15 Tahun