..
Mengabdi 34 tahun,  Puspaka Tak Pernah Bermasalah Dengan Hukum
Mantan sekda buleleng usai jalani pemeriksaan di Kejati Bali

Mengabdi 34 tahun, Puspaka Tak Pernah Bermasalah Dengan Hukum

Suksesinews.net, Denpasar - Kendati tidak tau apakah dirinya bersalah atau tidak, pastinya Mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Buleleng (2014-2020), Dewa Ketut Puspaka punya itikad baik dengan mengembalikan uang sewa rumah jabatan selama dirinya menjabat.

Ditemui usai pemeriksaan Dewa Puspaka yang didampingi penasihat hukumnya, Agus Sujoko,SH mengatakan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. 

Dirinya juga mengapresiasi profesionalisme penyidik sehingga dirinya sangat nyaman menjalani pemeriksaan. “Saya diperiksa di ruang yang nyaman dengan penyidik yang professional. Saya juga diberikan makan siang yang enak,” ujar Dewa Puspaka.

Ketika disinggung materi pemeriksaan, Dewa Puspaka enggan berkomentar lebih jauh dan menyerahkan semua pada proses yang sedang berjalan. “Tadi ada 27 pertanyaan yang saya jawab. Untuk materinya tidak bisa saya sampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, penasihat hukumnya, Agus Sujoko mengatakan Dewa Puspaka sudah mengabdi sebagai birokrat selama hampir 34 tahun. Selama itu juga Dewa Puspaka tidak pernah bermasalah. Lalu tiba-tiba diakhir pengabdiannya, Dewa Puspaka malah tertimpa masalah dugaan korupsi sewa rumah jabatan. 

“Atas saran keluarga besar dan inisiatif Dewa Puspaka akhirnya mengembalikan uang ke kas daerah,” ujar Agus Sujoko.

Ditanya apakah memang ada penyimpangan dalam penganggaran rumah jabatan tersebut, Agus Sujoko membantah. Dia menyebut penganggaran rumah jabatan tersebut sudah sesuai mekanisme yang ada. 

Penganggara juga disusun berdasar Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 7 tahun 2006, SK Bupati dan Peraturan Bupati tentang rumah jabatan Sekda dan Surat Kementrian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Keuangan Daerah tahun 2013.

“Dari salah satu poin surat kementrian dalam negeri ini dijelaskan apabila Pemerintah Kabupaten Buleleng tidak memiliki rumah jabatan untuk Sekda, pemerintah Buleleng bisa menyediakan rumah jabatan melalui sewa,” jelas Agus Sujoko.

Disebutkan anggaran yang ditetapkan Pemkab Buleleng untuk sewa rumah jabatan Sekda pada 2013 sebesar Rp 8 juta. Selanjutnya pada 2015 naik menjadi Rp 15 juta hingga tahun 2020 saat Dewa Puspaka pensiun. Anggaran rumah jabatan Sekda Buleleng ini juga sudah dianggarkan untuk Sekda sebelumnya. 

“Jadi klien saya hanya melanjutkan dan tetap berpedoman dengan mekanisme yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Penetapan rumah pribadi Dewa Puspaka menjadi rumah jabatan juga sudah melalui penetapan SK Bupati. “Jadi sudah ada penetapan melalui SK Bupati soal rumah jabatan tersebut. Selama ini penganggaran rumah jabatan itu juga tidak penah menjadi temuan BPK ataupun BPKP,” lanjutnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dewa Ketut Puspaka memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi rumah jabatan, Selasa (23/3) pukul 09.00 Wita. 

Dewa Puspaka dicecar 27 pertanyaan selama 7 jam terkait rumah jabatan yang ditempatinya di Jalan Kumbakarna LC X No 14, Baktisegara, Singaraja.(uuk/suksesibali)

 

Sebelumnya Paksa Dua ABG Untuk BO MiChat, Mucikari Muda ini Terancam 15 Tahun
Selanjutnya Pelimpahan Tahap II Oknum Sulinggih Kasus Pelukatan Langsung Ditahan