..
Melihat Keanekaragaman Hayati di Tumpang Pitu, Satwa dan Pekerja Tambang Hidup Berdampingan
Burung Rangkong, salah satu satwa dilindungi yang hidup bebas di area pertambangan PT BSI

Melihat Keanekaragaman Hayati di Tumpang Pitu, Satwa dan Pekerja Tambang Hidup Berdampingan

BANYUWANGI – Menjaga keanekaragaman hayati di Tumpang Pitu menjadi komitmen PT Bumi Suksesindo (BSI). Sampai saat ini, di kawasan Tujuh Bukit Operations (TBO) tercatat 150-an spesies satwa liar dan lebih 300 spesies tumbuhan.

Di antara satwa liar itu terdapat jenis-jenis hewan dilindungi yang terancam punah dan masuk kategori endemik Pulau Jawa. Keberadaan satwa liar ini bisa disaksikan di area hutan yang ada di sekitar area operasi PT BSI. Mereka hidup berdampingan dengan para pekerja yang setiap hari beraktivitas di tambang.

Sejak awal beroperasi, PT BSI telah membuat rencana penambangan dengan memperhatikan keseimbangan keanekaragaman hayati. Perusahaan tidak membuka keseluruhan wilayah IUP-nya. Selain untuk efektivitas, hal ini bertujuan untuk membatasi gangguan terhadap tumbuhan.

“Kita hanya membuka area yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional,” kata Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono.

IMG-20200605-WA0024

Karyawan PT BSI melakukan penanaman pohon di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2020) 

Sudarmono menambahkan, perusahaan telah menetapkan aturan dan langkah-langkah preventif dan kuratif di bidang pengelolaan lingkungan. Aturan itu antara lain melarang karyawannya membuat api di area terbuka maupun di dalam hutan. Selain itu juga melarang berburu satwa liar, menyelamatkan biji dan tunas untuk digunakan dalam reklamasi, melakukan penanganan insiden satwa liar, serta menjalankan pengayaan habitat dengan penanaman pohon pakan bagi satwa liar.

“Kita juga telah mencetak buku flora dan fauna untuk dokumentasi dan publikasikasi,” imbuhnya.

IMG-20200605-WA0016

Hamparan hijau ini merupakan lahan bekas pertambangan PT BSI yang telah direklamasi 

Hingga saat ini, kegiatan reklamasi dan rehabilitasi di TBO telah mencapai lebih 56 hektare. Kegiatan ini dilakukan secara progresif tanpa harus menunggu kegiatan penambangan selesai keseluruhan atau pascatambang. Lebih jeIasnya, ketika ada bidang lahan yang sudah tidak dipakai untuk kegiatan operasional langsung direklamasi. Perusahaan menjalankan program konservasi yang berkelanjutan untuk mempertahankan kelestariannya.

Hal ini dipertegas saat upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia di lapangan olahraga PT BSI, Jumat (5/6/2020). Upacara digelar dengan menjalankan protokol Covid-19, yakni membatasi jumlah peserta upacara dan mewajibkan penggunaan masker. Usai upacara digelar penanaman pohon Sewage Treatment Plant (STP). Departemen Lingkungan PT BSI sudah mengampanyekan soal lingkungan sejak tahun 2017. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Positif Pasien Corona Yang Sembuh di Bali Bertambah 15 Orang
Selanjutnya Tendang Tetangga Kos, Pria ini Baru Menyesal Saat Diadili