..
Mahasiswa UIN Sunan Ampel Kembangkan Transplantasi Karang Berbahan Faba

Mahasiswa UIN Sunan Ampel Kembangkan Transplantasi Karang Berbahan Faba

BANYUWANGI - Terumbu karang di Grand Watudodol (GWD) mendapatkan perhatian dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Mengatasnamakan Marine Study Club (MSC), 36 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Kelautan melakukan aksi transplantasi karang.

Ketua MSC, Muchommad Zukhruf, studi yang dilakukan kelompoknya tidak hanya melibatkan mahasiswa saja. Terdapat 24 warga Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi yang diikutsertakan dalam kegiatan ini. Mereka tergabung dalam Pokdakan Pesona Bahari serta Banyuwangi Coral Rescue asuhan Ahmad Mustofa.

"Studi kami adakan selama 3 hari, mulai persiapan sampai acara penanaman media transplantasi di laut. Di GWD pertumbuhan koralnya terbaik di Jawa Timur," tutur Zukhruf.

Media tanam yang digunakan bukan dari besi. MSC coba menggunakan media yang merupakan limbah pembakaran batubara.

"Pernah ujicoba penanaman terumbu karang menggunakan media faba di Paiton, Probolinggo. Tumbuhnya per minggu bisa 2 cm, lebih cepat dibanding media tanam dari besi yang perbulan koral tumbuh 2 cm," ulasnya.

Di Banyuwangi, sebanyak 200 balok faba masing -masing berat 30 kilogram diturunkan ke dasar laut. Faba ini merupakan hasil hibah dari PT YTL Jawa Power Paiton, Probolinggo.

"Media faba yang dipakai lolos uji di Kementerian Lingkungan Hidup. Faba mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan oleh terumbu karang," tambah Zukhruf.

Agenda ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Ilmu Kelautan UIN Sunan Ampel Surabaya, Asri Sawiji. Wanita berhijab tersebut memuji cemara udang yang tumbuh rindang di GWD. Ia berharap agar laut di sepanjang pesisir utara Banyuwangi lestari seperti cemara udang.

"Cemara udangnya sudah rindang, maka lautnya harus dilestarikan kembali. Karena laut Indonesia sangat luar biasa. Kami bersama semua pihak ingin bersama-sama melestarikan laut," kata Astri.

IMG-20211023-WA0036

GWD, menurut Ketua Asosiasi Pokdarwis Banyuwangi, Abdul Azis, merupakan zona transplantasi karang. Disini juga ada budidaya lobster keramba dasar laut.

"Ini baru pertama kali kita pakai media faba. Semoga media ini lebih baik daripada media besi," harapnya.

Azis meminta agar para mahasiswa tidak berhenti melakukannya riset. Sehingga Ilmu yang didapat dari GWD bisa bermanfaat.

"Setiap karang yang ditransplantasi harus diberi nama. Karena koral yang dipotong harus tumbuh lagi di alam. Jadi ada data dan monitoring," pintanya.

Koral, lanjut Azis, harus dilestarikan sebagai upaya menjaga ekosistem bawah laut. Sayangnya regulasi tentang laut banyak yang merugikan nelayan.

"Saya sering bilang ke dirjen-dirjen agar ketika membuat kebijakan melibatkan nelayan. Sehingga kebijakan yang dibuat tidak menjatuhkan nelayan," serunya. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Bule Rusia Oder Sabu Dari Ukraina Terancam 20 Tahun Penjara
Selanjutnya Aspamin : Perda Belum Dibuat, Retribusi Sudah Dipungut