..
KPU Banyuwangi Buka Pendaftaran KPPS

KPU Banyuwangi Buka Pendaftaran KPPS

BANYUWANGI - KPU Banyuwangi mengundang masyarakat untuk mendaftar sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Bagi yang terpilih dan lolos seleksi akan bertugas pada Pilbup 9 Desember 2020 mendatang.

Pendaftaran dibuka mulai 7 - 13 Oktober 2020. Untuk yang berminat dapat mendatangi kantor desa maupun kelurahan tempat tinggalnya tanpa harus datang ke KPU.

Ada 12 syarat yang harus dipenuhi tiap pendaftar. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca di bawah ini :

1. Warga negara Indonesia

2. Berusia paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 50 tahun.

3. Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan cita - cita Proklamasi 17 Agustus 1945

4. Mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil

5. Tidak menjadi anggota parpol yang dinyatakan dalam surat pernyataan yang sah atau paling singkat 5 tahun tidak lagi menjadi anggota parpol yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus parpol yang bersangkutan, termasuk tidak menjadi tim kampanye peserta Pemilu dan/atau pemilihan yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah atau paling singkat 5 tahun tidak lagi menjadi tim kampanye peserta Pemilu dan/atau pemilihan yang dinyatakan dengan surat yang sah

6. Mampu secara jasmani, rohani dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba

7. Berdomisili dalam wilayah tugas KPPS

8. Berpendidikan paling rendah sekolah menengah ke atas atau sederajat

9. Tidak pernah dipidana penjara berdasar putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih

10. Tidak pernah diberikan sanksi pemberhentian tetap oleh KPU kabupaten/kota atau DKPP

11. Tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara Pemilu

12. Belum pernah menjabat 2 kali dalam jabatan yang sama sebagai anggota KPPS. SUBAHRODIN YUSUF 

IMG-20201001-WA0045

Sebelumnya Intrupsi Jerinx Diabaikan Saat JPU Bacakan Tenggapan Eksepsi
Selanjutnya Germo di Aplikasi MiChat "Diseret" ke Pengadilan