..
Kemenparekraf Fasilitasi Pendirian Badan Hukum Gratis
Direktur Pengembangan Kekayaan Intelektual Industri Kreatif Kemenparekraf, Dr Robinson H Sinaga (dua dari kanan) saat jumpa pers

Kemenparekraf Fasilitasi Pendirian Badan Hukum Gratis

BANYUWANGI - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memilih Banyuwangi satu dari dua kabupaten tempat sosialisasi dan fasilitasi gratis pendirian badan hukum. Umumnya, lokasi sosialisasi pendirian badan hukum digelar di kota provinsi.

Menurut Direktur Pengembangan Kekayaan Intelektual Industri Kreatif Kemenparekraf Dr. Robinson H Sinaga, Banyuwangi terpilih karena faktor potensi pariwisatanya yang luar biasa. Kegiatan ini dilakukan di lima kota di Indonesia, yaitu Kota Semarang, Cirebon, Banyuwangi, Surabaya dan Bandung.

"Biasanya kami adakan di kota provinsi dulu baru kabupeten. Tapi tahun ini beda, Banyuwangi dan Cirebon menjadi dua kota kabupaten yang kami pilih sebagai lokasi," papar Robinson.

Sosialisasi pendirian badan hukum dilatar belakangi minimnya persentase usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang telah berbadan hukum. Pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang belum berbadan hukum akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya.

"Kemenparekraf sering memberikan bantuan ke kelompok usaha yang telah berbadan hukum. Tujuan kegiatan ini memfasilitasi pendirian badan usaha bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif seperti perseroan terbatas, perkumpulan dan koperasi. Dengan membentuk badan hukum ada beberapa keuntungan atau kemudahan yang didapatkan. Antara lain, memiliki legalitas usaha, mempermudah akses sumber permodalan, keberlangsungan usaha lebih terjaga, mitigasi resiko dan bisa mendapatkan insentif serta bantuan dari pemerintah," tutur Direktur Pengembangan Kekayaan Intelektual Industri Kreatif Kemenparekraf.

Target peserta yang mendapatkan fasilitasi pendirian badan hukum pada tahun ini sebanyak 135. Khusus sosialisasi di Banyuwangi dipilih 25 peserta yang akan mendapatkan fasilitasi gratis pendirian badan usaha.

"Pesertanya seratus, 50 daring dan 50 luring di Hotel Santika. Dari jumlah itu akan dikurasi untuk menentukan 25 usaha yang legalitas pendirian badan hukumnya difasilitasi oleh Kemenparekraf," ungkapnya, Minggu, 7 November 2021.

Selain pariwisata, peserta juga bergerak di sektor ekonomi kreatif yang meliputi aplikasi, film, arsitektur, kuliner, fesyen dan subsector ekonomi kreatif lainnya. Banyuwangi, kata Dr. Muhammad Hendri Nuryadi, merupakan kota ketiga dalam penyelenggaraan sosialisasi dan fasilitasi pendirian badan hukum setelah Kota Semarang dan Cirebon.

"Yang daftar lebih dari seratus. Setelah kita seleksi dipilih seratus perserta. Di samping dari Banyuwangi, peserta datang dari Situbondo, Bondowoso, Jember, Probolinggo dan Lumajang," jelas Ketua Panitia Sosialisasi Pembentukan Badan Hukum dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

UNS merupakan lembaga pendidikan yang digandeng Direktorat Pengembangan Kekayaan Intelektual Industri Kreatif Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf melalui Program Matching Fund Kedaireka Kemendikbud Ristek dan Kemenparekraf. Acara ini membantu para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendirikan badan hukum dari akta notaris sampai terbitnya SK pendirian badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM RI. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Kisruh Air Bersih Rowo Rejo Didalami Polisi
Selanjutnya Jalan Rusak dan Kebakaran Paling Dikeluhkan