..
Kematian Taufik Imbas Ketiadaan Marka Khusus Sepeda
Ketua BRCC sekaligus Pengurus Harian ISSI Jatim, Guntur Priambodo, menerima jersey milik almarhum Mohamad Taufik yang belum digunakan semasa hidup.

Kematian Taufik Imbas Ketiadaan Marka Khusus Sepeda

BANYUWANGI - Kepolisian Resor Banyuwangi akan mengajukan pengadaan marka khusus bagi pesepeda di jalan raya. Inspirasi ini muncul pascainsiden kecelakaan yang merenggut nyawa pebalap sepeda nasional, Mohamad Taufik.

"Pebalap harus diprioritaskan dengan memberikan trek khusus di jalan raya. Kedepan akan kita bicarakan dengan pihak terkait," ujar perwira menengah dengan tanda pangkat dua melati.

Tidak semua jalan akan dibuatkan marka khusus sepeda kayuh. Tapi AKBP Taufik meyakinkan pengurus harian ISSI Jatim, Guntur Priambodo, wartawan dan anggota sejumlah komunitas pesepeda yang ada di Banyuwangi tentang rencana itu.

"Walau tidak semua jalan, tapi harus ada marka khusus atlet sepeda untuk latihan. Kita siap untuk membantu itu," katanya.

BRCC merupakan salah satu klub sepeda balap yang inten mengikuti Tour de Banyuwangi Ijen. Mohamad Taufik adalah salah satu atletnya. Menurut Ketua BRCC, Guntur Priambodo, selama delapan tahun anak buahnya kerap latihan sendiri.

"Ada yang latihan di timnas, tapi Taufik latihan sendiri. Itu dilakukan selama delapan tahun di BRCC," ceritanya.

Dalam latihan apalagi di jalan raya, atlet sepeda balap memang perlu dikawal petugas kepolisian. Karena pesepeda butuh kecepatan tertentu sesuai target yang ingin dicapai.

"Bantuan pengawalan dari Pak Kapolres akan kita manfaatkan. Jelas kita terima kasih karena menyangkut keselamatan atlet," ungkapnya.

Mohamad Taufik menjadi korban tabrakan ketika latihan pada 30 Agustus 2019. Saat itu, pesepeda yang memperkuat tim Wismilak melaju dari arah Banyuwangi untuk menjemput atlet junior di daerah selatan. Tiba di depan Mitra Rogojampi korban ditabrak mobil bak terbuka yang melaju satu arah. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Mau Kerja di BSI, Segera Datangi Banyuwangi Career Expo
Selanjutnya Kematian Pebalap M Taufik Mengundang Simpati. Selain Santunan Uang, Istri Almarhum Ditawari Kerja