..
Keluarga Sinto Pilih Jalur Damai, Terima Maaf Kades Karangharjo
Kapolsek Glenmore AKP Basori Alwi (berdiri) mengaku lega masalah Sinto berakhir damai

Keluarga Sinto Pilih Jalur Damai, Terima Maaf Kades Karangharjo

BANYUWANGI - Emosi keluarga Sinto (50), akhirnya luluh di Mapolsek Glenmore, Sabtu (2/5/2020). Tekad untuk membawa dugaan kasus penganiayaan yang dialami kerabatnya yang mengalami gangguan kejiwaan pada Jumat (1/5/2020) malam akhirnya diurungkan.

Sabtu siang, sekitar pukul 10.00 WIB, Polsek Glenmore kembali menggelar mediasi diantara para pihak yang berpolemik. Mereka yang diundang adalah Sinto dan keluarganya didampingi perangkat Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru. Hadir pula Kades Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Miskawi.

Pertemuan itu diiniasi oleh Kapolsek Glenmore AKP Basori Alwi dibantu Camat Muji Purwanto bersama Danramil Kapten M. Radio. Misni, kakak kandung Sinto, yang semula berharap pelaku dugaan penganiayaan terhadap adiknya diproses hukum tak mampu membendung air matanya. Sambil terisak wanita itu meminta maaf atas kesalahan adiknya sewaktu berada di Desa Karangharjo.

"Saya minta maaf dan mohon agar peristiwa ini jangan sampai terulang lagi," harapnya.

Sinto merupakan warga Dusun Krajan, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, yang mengalami gangguan kejiwaan. Pada malam pergantian bulan dari April menuju Mei, lelaki ini diketahui pihak keluarganya sedang bertandang ke rumah saudaranya yang lain di Dusun Kendang Lembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore. Namun Sinto diamankan warga karena gerak geriknya mencurigakan pada tengah malam.

Bahkan beredar video interogasi yang dialami Sinto di media sosial. Misni juga melihat beberapa bekas luka seperti sulutan bara rokok di bagian tubuh adiknya. Inilah yang membuat keluarga korban pada Jumat malam marah dan mengundang konsentrasi warga dalam jumlah banyak untuk bergerak menuju Desa Karangharjo.

IMG_20200502_181556

Kades Karangharjo, Miskawi, pada pertemuan pertama sudah menawarkan solusi damai agar persoalan diantara dua desa tersebut tak berlanjut. Selaku pamong Desa Karangharjo dirinya juga sudah meminta maaf dan siap membantu biaya pengobatan korban.

"Pada malam hari saya sudah ketemu keluarga korban, memohon maaf secara pribadi maupun atas nama masyarakat. Kami akan membantu biaya pengobatan, bukan untuk mempengaruhi proses dan bukan untuk membeli perkara. Ini murni bentuk simpati kemanusian kami," ucapnya pada mediasi tahap dua.

Danramil Glenmore, Kapten M. Radio, mengaku lega usai mendengar jawaban dari pihak korban. Selain disampaikan dengan penuh kesadaran perkara ini dapat selesai dengan perdamaian.

"Kami prihatin atas peristiwa yang dialami Pak Sinto. Kebetulan beliau lagi apes," ungkapnya.

Mediasi pun berakhir pukul 12.30 WIB atau dua setengah jam sejak dibuka pukul 10.00 WIB. Kesediaan keluarga korban menerima permintaan maaf yang disampaikan Kades Karangharjo, Miskawi, menurut AKP Basori Alwi, dikuatkan dengan surat pernyataan bersama yang diteken oleh Misni serta Imam selaku kakak korban.

"Alhamdulilah semua selesai secara damai. Sikap kewaspadaan warga terjadi dimana - mana, tidak hanya di Glenmore. Itu semua karena beredarnya video hoax soal pergerakan pelaku kejahatan yang diposting di media sosial," kata perwira pertama polisi yang menjabat selaku Kapolsek Glenmore.

Setelah proses mediasi tuntas, Polsek Glenmore akan mengumpulkan para RT/RW plus tokoh agama maupun masyarakat Desa Karangharjo. Rencana itu bakal digelar Senin 04 Mei 2020, di balai desa setempat.

"Kami akan memberi pengarahan agar dalam menyikapi masalah tidak main hakim sendiri. Terutama saat situasi siaga kejahatan di masa pandemi Covid 19. Waspada bagus, tapi jangan main hakim sendiri. Cukup amankan orang yang mencurigakan lalu serahkan ke polisi," tuah Basori Alwi. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Video Interogasi Sinto Beredar, Polisi Redam Aksi Balasan
Selanjutnya Hadapi Covid-19 Saat Ramadhan Anak Kolonk Tuban Bagikan Sembako