..
Kecuali PKB, Tiga Partai Koalisi Kompak Deklarasi Mas Yusuf

Kecuali PKB, Tiga Partai Koalisi Kompak Deklarasi Mas Yusuf

BANYUWANGI – Pembacaan rekomendasi calon bupati dan wakil bupati dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak lancar dibacakan oleh KH Abdul Ghofar. Dewan Syuro DPC PKB Banyuwangi itu beberapa kali mengetuk mikrofon yang terpasang di stand. Hidup sebentar, kemudian mati lagi. Dibetulkan lagi, hidup, namun mendadak tak berfungsi.

Panitia Deklarasi Pasangan Yusuf Widiatmoko dan KH Muhammad Riza Aziziy selaku Cabup – Cawabup Banyuwangi dari PKB sampai mengganti perangkat yang baru. Tapi lagi-lagi mikrofon pengganti mati hanya beberapa saat setelah ustaz asal Desa/Kecamatan Rogojampi tersebut melanjutkan pidatonya.

Mikrofon itu akhirnya dilepas dari gagang tiang. Di luar dugaan, alat itu berfungsi dengan baik sehingga undangan deklarasi yang memenuhi Galaran Meeting Room, Luminor Hotel Banyuwangi, tak terganggu. KH Abdul Ghofar pun meneruskan pidato pembacaan rekomendasi partainya.

“Dalam Alquran ada kisah Nabi Yusuf punya sepuluh saudara. Oleh kesepuluh saudaranya, Yusuf dibuang ke dalam sumur karena iri dia lebih disayang oleh ayahnya. Akhirnya Yusuf menjadi nabi,” ucap KH Abdul Ghofar menukil kisah Nabi Yusuf setelah membacakan rekom partai.

Cerita Nabi Yusuf ini sengaja diangkat seolah menggambarkan perjalanan karir politik Yusuf Widiatmoko saat ini. Pernah mencatatkan diri sebagai ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banyuwangi dan menjadi wakil ketua DPRD setempat. Lewat partai berlambang moncong putih pula, Yusuf dua periode menduduki kursi wakil bupati Banyuwangi mendampingi Bupati Abdullah Azwar Anas yang kini, istrinya, Ipuk Festiandani, maju sebagai cabup.

Yusuf pun tersingkir. Kader PDIP itu tak mendapat rekomendasi dari partainya sendiri untuk maju sebagai cabup. Kursi bupati adalah karir politik tertinggi setelah 10 tahun menjadi wakil bupati. Karena itu Yusuf Widiatmoko berjuang keras untuk merengkuh kursi itu meskipun tak direstui partai yang membesarkan nama serta karirnya.

Lobi politik pun dilakukan. Bersama Gus Riza, Yusuf berhasil mengantongi rekom 4 partai, Demokrat, PKB, Golkar dan PKS. Total dukungan di DPRD Banyuwangi berjumlah 22 kursi. Angka itu cukup untuk menambah keyakinannya memutus kesinambungan kepemimpinan Abdullah Azwar Anas yang mengutus istrinya sebagai calon pengganti.

Ujung-ujungnya muncul mosi pemecatan terhadap Yusuf Widiatmoko yang digulirkan oleh internal DPC PDIP Banyuwangi. Sang kader dianggap melakukan pembakangan terhadap aturan serta garis partai. Ancaman itu tak menyurutkan niat Yusuf untuk terus maju sebagai cabup sehingga mendeklarasikan diri sebagai pasangan cabup –cawabup bersama Gus Riza di Hotel Luminor pada Kamis (3/9/2020).

“Hanya satu calon bupati yang namanya tercantum dalam Alquran, yakni Yusuf. Maka pilihlah calon bupati yang namanya tercantum dalam Quran,” seru Ustaz Ghofar menutup sesi pertama pembacaan rekom partai.

IMG_20200903_190059

Fraksi PKB Absen

Secara bergantian, Ketua DPC Partai Demokrat Michael Edy Hariyanto, lalu Ketua DPD Golkar Ruliyono dan Faisol Azis dari PKS, membacakan rekomendasi partainya masing-masing. Ketiga pimpinan partai di Bumi Blambangan ini hadir dalam deklarasi dengan kekuatan penuh dari anggota fraksi di DPRD.

Yang ganjil justru dari PKB. Ketua DPC PKB H Joni Subagio tidak tampak. Begitupun pengurus partai maupun anggota fraksi yang duduk di legeslatif, semuanya absen. KH Abdul Ghofar menjadi satu-satunya jajaran PKB yang hadir dalam deklarasi untuk pasangan calon cabup –cawabup yang mengusung simbol huruf u dan mirip logo kumparan.

“Kebetulan di DPC PKB sedang menggelar rapat yang diikuti seluruh pengurus se-Kabupaten Banyuwangi. Sehingga yang hadir pada deklarasi hanya KH Abdul Ghofar. Beliau adalah Dewan Syuro, di atasnya lagi tidak ada, hanya ada kupyah,” tepis Yusuf Widiatmoko ketika sesi tanya jawab dengan wartawan pascadeklarasi.

Setali tiga uang, Ustaz Ghofar pun memberikan klarifikasi yang sama. Dalih rapat dijadikan dasar dalil atas ketidakhadiran Ketua DPC PKB H Joni Subagio serta anggota fraksi di DPRD Banyuwangi. Padahal, atas pengakuan Mas Yusuf (Yusuf Widiatmoko), Gus Riza, calon wakilnya saat ini merupakan pilihan Partai Kebangkitan Bangsa.

“Gus Riza menjadi kandidat cawabup atas rekomendasi PKB. Gus Riza itu pilihan partai, bukan pilihan saya. Kami menjalankan perintah partai,” jelasnya.

Yusuf sempat meminta maaf sewaktu deklarasi berlangsung. Pertama meminta maaf karena acara terlambat digelar selama dua jam. Permohonan maaf kedua soal mikrofon yang beberapa kali mati sehingga deklarasi agak terganggu. Itu semua karena even tersebut  baru pertama kali digelar.

Sesuai jadwal, Deklarasi Cabup – Cawabup Mas Yusuf – Gus Riza dilaksanakan pukul 10.00 WIB. Acara benar-benar dimulai sekitar pukul 12.00 WIB, setelah sebagian peserta termasuk Gus Riza dan Mas Yusuf menenunaikan Salat Dzuhur.

Keterlambatan Yusuf Widiatmoko sempat memunculkan kasak kusuk telah terjadi deal politik baru antara Yusuf dengan salah satu partai pengusungnya. Tapi ada yang membantah dan menegaskan sang cabup terlambat datang karena baru menempuh perjalanan dari Muncar. Sebagai partai pengusung tentu formasi lengkap PKB di momen acara itu tentu menjadi sebuah pembuktian komitmen dalam koalisi. SUBAHRODIN YUSUF

 

Sebelumnya Boncengan Ambil Tempelan, Kedua Pria ini Divonis 9 Tahun
Selanjutnya Bos Vila Kubu Ini Beri Bukti Rekaman Video Yang Membuka Fakta