..
Industri Upal Digerebek, Pemilik IRT Tak Tamat SD

Industri Upal Digerebek, Pemilik IRT Tak Tamat SD

BANYUWANGI - Industri rumahan uang palsu di gerebek Resmob Polresta Banyuwangi. Pengendali home industry tak lazim ini ternyata seorang ibu rumah tangga yang tak tamat SD.

Kurang lebih Rp 40.060.000 uang palsu disita aparat dari kediaman MW (51), di Lingkungan Krajan, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro. Lembaran upal tersebut terdiri dari pecahan 100 ribu, 50 ribu, dan 20 ribu.

"Uang seratus ribu disobek, belakangnya ditempel hasil scan. Depannya asli, belakang palsu atau belakang asli, depan palsu," beber Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin SIK.

Modus ini dijalankan sendiri oleh tersangka MW. Proses pemalsuan uang dijalankan berbekal alat scanner di rumah pelaku. MW yang hanya mengenyam pendidikan kelas 1 SD dua kali ditangkap kasus yang sama.

"Tersangka dua kali mencetak dan mendistribusikan uang palsu pada 2010 dan 2021. Tampilan uangnya ada yang kusam, ada seperti baru," ulas Kapolresta, Kamis (6/5/2021).

IMG-20210506-WA0079

Uang karya pelaku dijual di luar provinsi. Aparat sedang melakukan pengembangan kasus ini. Kapolresta menambahkan, upal tempelan tersebut diedarkan sendiri lewat jaringan tersangka.

"Belum ditemukan uang asing palsu. Total uang yang dicetak masih ditelusuri dalam proses pengembangan," terangnya.

Menurut Kasat Reskrim AKP Mustijat Priyambodo, pola transaksi upal yang diterapkan MW menggunakan pola uang palsu Rp 40 juta dijual Rp 20 juta uang asli dengan ongkos cetak Rp 2 juta. Uang itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari.

"Keluarganya memang kategori miskin. Listrik saja masih nyolok ke tiang PLN untuk cetak upal," ujar AKP Mustijat. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Miliki Sabu dan Senpi, WNA asal Perancis ini Terancam Bui 20 Tahun
Selanjutnya Petugas Kanwil Menkum Ham Sidak ke Lapas