..
Industri Senjata Api Ilegal Digerebek

Industri Senjata Api Ilegal Digerebek

BANYUWANGI - Polresta Banyuwangi menggerebek industri rumahan pembuatan senjata api rakitan. Penggerebekan dilakukan di sebuah bangunan di Jalan Nusa Indah No.57 Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri.

Aksi aparat pada 2 April 2021 ini berhasil mengamankan pria berinisial NM (51), warga setempat yang diduga sebagai pembuat senpi modifikasi. Usaha NM ini diungkap oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, Sabtu (10/4/2021), di Mapolresta Banyuwangi.

"Keberhasilan Polresta Banyuwangi ini dalam pengembangan kasusnya berhasil mengamankan 4 tersangka," tuturnya saat sesi jumpa pers didampingi Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin SIK.

Empat tersangka itu disamping NM adalah IPW (48), AW (33) serta CS 66. Menurut Kombes Gatot, Direktorat Kriminal Umum Polda Jatim mendukung penuh pengembangan kasus ini.

"Kami sedang dalami adanya kaitan dengan aksi terorisme," tegasnya menjawab pertanyaan wartawan. Senpi modifikasi buatan NM diduga dipasarkan di 10 kabupaten di 2 provinsi. Selain Jawa Timur, pelaku ada yang berasal dari Kabupaten Buleleng, Bali dan Depok, Jawa Barat.

"NM sudah mengembangkan usahanya sejak 2018. Senpi yang kita amankan berjumlah 9. Beberapa karyanya sudah beredar di berbagai daerah," ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin SIK memberikan keterangan tambahan.

Senpi yang disita ada M16 modifikasi, Lee - Enfield, M16 Singgle, Rev modif Cis Kaliber 22, FN Bronning, laras panjang Cis Kaliber 22, amunisi serta masih ada puluhan bukti lainnya. Kombes Arman kemudian menjelaskan mengenai peran masing-masing pelaku.

"NM pembuat senpi modifikasi, IPW bertindak sebagai pembeli yang bertransaksi langsung dengan NM. AW berperan selaku pemasok amunisi. Sedangkan CS penjual senpi laras panjang Cis Kaliber 22," urainya.

Pembuatan dan perdagangan senpi ilegal ini dilakoni para tersangka karena alasan kepentingan ekonomi. Ada juga yang mengaku untuk berburu. Diantara para pelaku ternyata ada pemain lama dengan status residivis. Keempatnya dijerat dengan UU Darurat No.12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Widyaiswara Diminta Cepat Beradaptasi dengan Perubahan
Selanjutnya Ungkap Kasus Polsek Banyuwangi Tertinggi