..
Identitas Baru Gamers Bali, Muda Berprestasi dan Inspiratif

Identitas Baru Gamers Bali, Muda Berprestasi dan Inspiratif

Suksesinews.net, Denpasar - Turnamen mobile legends selama 12 jam nonstop telah berakhir pada Sabtu (22/2) malam. Mereka yang mengikuti turnamen ini adalah anak-anak muda yang berprestasi, ini karena banyak peserta yang sebelumnya jadi juara di turnamen sebelumnya.

Bahkan ada beberapa atlet yang sebelumnya ikut kejuaraan nasional yang dalam turnamen ini juga ikut namun dengan memakai nama tim yang berbeda.


Tak ayal turnamen mikik LAzone Balu ini menjadi ajang pertarungan gamers muda yang berprestasi dan menginspirasi.

 

Ratusan anak muda ikut bertarung dalam Turnamen e-sport bertema '#killtheLAst Competition' digelar di Gubuk Raja Warung Kopi, Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar, hingga Sabtu, (22/2/2020) malam.
 
Ratusan peserta yang didominasi anak-anak muda kelompok usia milenial ini bertarung dalam game dengan genre Mobile Legends (ML).
 
‘Pertarungan’ para gamers ini berlangsung selama 12 jam nonstop.
 
Persaingan dalam merebut prestasi dalam dunia e-sport ini cukup ketat.
 
Total ada 220 atlet e-sport yang bersaing untuk turut berprestasi.
 
Mereka dibagi dalam 32 grup, para peserta ini mengikuti turnamen yang dimulai pukul 10.00 Wita hingga 22.00 Wita.
 
"Adapun event ini diselenggarakan selama 12 jam nonstop dengan melibatkan 220 atlet e-sport Bali yang terbagi dalam kategori team dan personal," kata Eric Hendrawan selaku koordinator LAZone.ID atau LAzone Bali.
 
Eric mengaku ada hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang tiga besar dan top player.
 
"Kita juga berikan apresiasi kepada player-player yang perfomnya bagus atau yang berprestasi, kami berikan best MVP kategori tim dan kategori MVP personal juga," sambungnya.
 
Komunitas LAzone Bali kata dia sengaja menyaring bibit-bibit muda yang berprestasi
Nantinya juara 1,2 dan 3 baik itu dari kategori tim maupun solo akan direkrut menjadi sebuah tim tersendiri.
 
Mereka yang berprestasi ini akan dibawa lagi ke turnamen dalam tingkat yang lebih besar, seperti nasional.
 
 Hal itu yang dilihatnya sebagai potensi untuk mewadahi bakat-bakat mereka dan menjadikannya berprestasi. “Harapannya anak-anak muda yang berprestasi ini nanti bisa menginspirasi yang lain untuk sama-sama berprestasi,” terangnya.
 
Dia melihat banyak potensi para gamers Bali yang berprestasi namun belum ada wadah bagi mereka. “Kami ingin mewadahi anak muda berprestasi ini,” paparnya.
 
Ia juga berharap Bali tidak hanya dikenal sebagai pulau pariwisata, tetapi juga anak mudanya bisa berprestasi terutama dalam dunia e-sport.
 
"Harapannya supaya bisa menjadi asetnya Bali bahwa Bali tidak hanya memiliki pariwisata yang dikenal masyarakat luas, namun juga memiliki industri kreatif yang anak mudanya mampu berprestasi," ungkapnya.
 
"Sekali lagi nantinya juara masing-masing kita akan dampingi untuk kita persiapkan di turnamen selanjutnya," ujar dia.
 
Seorang peserta turnamen bernama Febria dari tim Kitsune mengatakan sangat antusias dalam turnamen ini.
Menurut perempuan yang sudah lama bergelut dalam dunia game Mobile Legends ini ada sensasi yang sangat berbeda ketika mengikuti turnamen. “Intinya seru, asiklah, menambah pengalaman juga,” terangnya. rie/suksesinews

Sebelumnya 100 Pemancing Turut Danlanal Banyuwangi Mancing Mania Competition
Selanjutnya Rangkul Kalangan Milenial, PDIP Bali Gelar Lomba Meme dengan Hadiah Rp60 juta