..
Gus Edi Tolak Tawaran Mediasi KPU
Edi Suprapto alias Gus Edi memperlihatkan SP2HP kedua yang diterima dari aparat kepolisian.

Gus Edi Tolak Tawaran Mediasi KPU

BANYUWANGI – Kasus dugaan penipuan pengadaan bantalan serta alat coblosan Pilgub Jatim 2018 yang menyeret sejumlah nama komisioner serta staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi terus ditangani aparat kepolisian. Edi Suprapto selaku rekanan dan pelapor menolak jalan mediasi.

“Mediasi saya tolak meskipun uang dikembalikan. Biarkan perkara ini berlanjut terus sampai ranah pengadilan,” lontar pemilik CV Karya Bhakti 2, Selasa (13/8/2019).

Keteguhan lelaki yang akrab disapa Gus Edi ini menindaklanjuti rencana gelar perkara yang bakal dilakukan polisi. Selama proses ini ditangani aparat sudah beberapa orang yang mendatanginya untuk menyelesaikan perkara itu melalui jalan perundingan.

“Diwaktu puasa pernah diajak ketemuan. Bahkan saat Lebaran Idul Fitri 1440 H ketemu lagi. Tapi saya tetap menolak upaya damai. Biarkan sudah uang Rp 43 juta tak kembali,” ungkapnya kepada wartawan.

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kedua yang diterima Gus Edi tertanggal 18 Juli 2019, sudah 17 orang yang dimintai keterangan oleh aparat. Empat orang saksi dari pihak pelapor dan 15 dari pihak KPU.

Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Pratistha Wijaya meyakinkan bahwa perkara itu masih berjalan sebagaimana mestinya. Dari hasil pemeriksaan 17 saksi baik dari pihak pelapor maupun terlapor dalam waktu dekat akan dilanjutkan ke tahapan gelar perkara.

“Hasil gelar perkara nanti untuk memastikan dapat tidaknya kasus ini ditingkatkan ke proses penyidikan,” jelas AKP Panji.

Saat ini, Unit Tindak Pidana Tertentu Satreskim Polres Banyuwangi yang menangani masalah ini sedang menyusun bahan gelar perkara. Andai dalam rentang waktu tersebut terjadi mediasi diantara kedua belah pihak, aparat tidak mempersoalkan.

“Untuk mediasi saya kurang monitor. Silahkan saja bila dari masing-masing pihak ada upaya penyelesaian di luar jalur hukum. Sampai detik ini kami tetap on progress,” tegas perwira pertama lulusan Akpol Semarang.

Perkara dugaan penipuan pengadaan bantalan dan alat coblosan ini dibawa ke Mapolres Banyuwangi pada Rabu (1/5/2019) lalu. Pelapornya adalah Edi Suprapto dan Amir Ma'ruf Khan. Ihwalnya, surat perintah kerja (SPK) untuk pengadaan alat itu tak kunjung dikeluarkan. Sementara barang sudah dikirim ke KPU Banyuwangi untuk kepentingan Pilgub 2018. Akibatnya pihak pelapor harus menanggung kerugian Rp 43 juta. SUBAHRODIN YUSUF

 

 

 

Sebelumnya KONI Banyuwangi Mencari 'Pilot' Baru
Selanjutnya Gubernur Kumandangkan Wujudkan Bali Era Baru