..
Dokter RSUD Blambangan Polisikan Anggota GMBI
dr Muhammad Kaharuddin Mirzani, korban dugaan pengeroyokan oknum anggota GMBI, bersandar di dinding dengan mata terpejam.

Dokter RSUD Blambangan Polisikan Anggota GMBI

BANYUWANGI - Kegaduhan terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Blambangan Banyuwangi. Selasa (28/7/2020) dini hari, belasan anggota LSM GMBI diduga terlibat keributan dengan tenaga medis.

Dalam kegaduan dan keributan itu, dr Muhammad Kaharuddin Mirzani menjadi korban kekerasan fisik. Korban merupakan dokter jaga di RSUD Blambangan yang pada saat itu sedang menjalankan tugas.

"Dipukul di dada dan kepala," keluhnya, Selasa siang.

Dokter umum rumah sakit plat merah milik Pemkab Banyuwangi itu akhirnya membawa perkara yang dialaminya ke ranah hukum. Didampingi sejumlah tenaga medis lain, dr Kaharuddin melapor ke Polsek Banyuwangi.

Siang itu, dokter yang memiliki badan kekar dan atletis itu tampak lelah. Tak banyak kata yang terlontar ketika ditanya wartawan disela menunggu pemeriksaan aparat kepolisian. Tubuh dr Kahar (panggilan Kaharuddin) terlihat bersandar di dinding ruang penjagaan Mapolsek Banyuwangi dengan mata kadang terpejam.

Informasi di lapangan, sekitar pukul 22.30 WIB, ada warga Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, yang menjalani pengobatan medis di RSUD Blambangan. Pasien datang didampingi anggota LSM GMBI. Oleh petugas, pasien disarankan untuk menjalani rawat jalan. Tapi saran itu tidak diterima dan berbuntut pada keributan disertai dugaan pengeroyokan terhadap dr Kahar.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian soal kasus ini. Kapolsek Banyuwangi AKP Ali Masduki yang ditemui perwakilan wartawan tak bersedia memberikan keterangan. Alasannya perkara itu akan dilimpahkan ke Polresta Banyuwangi. Wakapolresta Banyuwangi AKBP Kusumo Wahyu Bintoro yang ditemui saat pengamanan aksi LSM GMBI di RSUD Blambangan pun bersikap sama.

"Langsung ke Pak Kapolresta yaa," pintanya.

IMG_20200728_132259

Anggota LSM GMBI menggelar aksi di RSUD Blambangan Banyuwangi 

Soal keributan itu, Ketua LSM GMBI, Subandi, menjelaskan jika sikap itu dipicu oleh tenaga medis yang berkata dengan nada tinggi dan tak mampu menjelaskan secara jelas. Pihaknya bahkan seolah dipancing agar terlibat dalam keributan.

"Saya minta surat pernyataan jika pasien tidak apa - apa, tapi dia (dokter) tidak mau," ucapnya.

Warga dibawa ke IGD tapi tidak ditangani. Petugas medis bilang pasien tidak apa - apa. Setelah itu pasien dikeluarkan dan terpaksa dilarikan ke RS Yamin. Di sini pasien langsung diterima dan menjalani rawat inap.

"Pasien sakit muntah darah. Malam itu dokter RSUD Blambangan tahu pasien muntah darah," imbuhnya.

Mengenai anggota GMBI yang dilaporkan polisi, Subandi mengaku belum tahu. Namun pihaknya siap untuk menjalani proses hukum. Bahkan ketika nanti dimintai keterangan aparat dirinya siap hadir.

"GMBI itu taat dan patuh pada hukum. Nanti akan kita lihat laporannya seperti apa," terang Subandi. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Mau Nyabu Sama Cewek di Hotel, Bule New Zeland ini Dituntut Ringan
Selanjutnya Dihukum 10 Tahun, Pengedar Tembakau Gorila Pilih Banding