..
Dipanggil KPU, Mama Satiyem - Mas Pur Yakin Lolos

Dipanggil KPU, Mama Satiyem - Mas Pur Yakin Lolos

BANYUWANGI - Jelang tahapan penyerahan berkas, KPU Kabupaten Banyuwangi memanggil dua bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati dari jalur independen. Panggilan ini direspon oleh dua bapaslon Purnomo - Suminto dan Satiyem - Sunaryanto.

Satiyem tiba lebih dulu bersama pasangannya, Sunaryanto, di KPU yang ada di Jalan H Agus Salim. Disusul kemudian oleh Suminto dan Purnomo yang datang secara terpisah.

Jumat (14/2/2020), Devisi Teknis KPU Banyuwangi, Ari Mustofa, memaparkan soal standar operasional prosedur (SOP) tahapan penyerahan berkas bagi bapaslon independen. Sesuai tahapan, awal penyerahan kelengkapan berkas pencalonan dimulai 19 Februari 2020.

"Untuk tanggal 19 - 22 kami melayani mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB. Khusus 23 Februari 2020 kami tunggu sampai pukul 24.00 WIB," papar Ari Mustofa.

IMG-20200214-WA0011

Instrumen pencalonan dari jalur independen maupun partai politik menggunakan sistem informasi pencalonan (silon). Seluruh bukti dukungan terhadap bapaslon independen harus terupdate di silon. Karena data pada silon itulah yang nanti akan dijadikan rujukan.

"Data fiktif akan dibuktikan saat verifikasi administrasi. Lalu dilanjutkan verifikasi faktual. Petugas harus bertemu dengan masing - masing pemilik data yang diajukan bapaslon," imbuhnya.

Setelah masa penyerahan berkas dukungan berakhir, KPU masih memberi peluang bagi bapaslon mandiri untuk memperbaikinya. Durasi waktunya kurang lebih satu pekan.

Baik Mas Pur maupun Mama Satiyem sama - sama mengaku siap untuk mengikuti arahan KPU. Malah keduanya telah menginput data ke silon dengan kisaran 60 persen dari syarat minimal dukungan 85.643 suara warga.

"Di silon sudah 60 persen. Sebaran suara dukungan di 20 kecamatan. Seminggu ini semua sudah terpenuhi," aku Mas Pur usai mengikuti pertemuan di KPU.

IMG_20200214_140534

Satiyem pun tak mau kalah. Mantan Kabag Humas di era Bupati Ratna Ali Lestari ini yakin dukungan warga yang dikumpulkan mencapai syarat minimal.

"Sebaran suara kami di 23 kecamatan. Di silon sudah terinput 47 ribu atau 60 persen. Tim kami kerja tiga shift," ujar Satiyem yang lebih sering disebut Bunda Ratu.

Sebelum memantapkan pasangan dengan Sunaryanto, Satiyem pernah memilih Suminto sebagai wakil. Namun dalam perjalanannya Suminto dilepas dan ganti berpasangan dengan Sunaryanto. Terkait ini, Suminto punya penjelasan sendiri.

"Antara saya dengan Mama Satiyem tidak ada masalah. Ketika itu orang tua saya sakit dan harus menjalani operasi penyakit dalam. Karena harus menunggu dan merawat sehingga saya tidak bisa banyak terlibat dalam pergerakan Mama Satiyem," akunya di sebuah warung di belakang Untag Banyuwangi. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Bunuh Istri Siri, Bapak Asal Madura ini Dituntut 20 Tahun Bui
Selanjutnya Kuasai Sabu 6,66 gram Pemuda Bali ini Dibui 11 Tahun