..
Dihukum 10 Tahun, Pengedar Tembakau Gorila Pilih Banding
Ilustrasi linting ganja

Dihukum 10 Tahun, Pengedar Tembakau Gorila Pilih Banding

Suksesinews.net, Denpasar - Putusan tegas majelis hakim di ruang Kartika dibacakan secara virtual untuk perkara kasus kepemilikan ganja sintetis atau dikenal tembakau gorila, Selasa (28/7) di PN Denpasar.

Pemuda 21 tahun yang tak melanjutkan sekolah setelah tamat SMP, ini langsung menyatakan banding setelah hakim Angeliky Handajani Day,SH.MH menjatuhkan hukuman pidana selama 10 tahun penjara.

"Mengadili terdakwa I Ketut Semarajaya bersalah melawan hukum dan menjatuhkan hukuman selama 10 tahun penjara dan denda Rp.1 miliar subsider 3 bulan penjara," putus hakim dalam sidang telekonferens.

Terdakwa yang tinggal di banjar Balun, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Barat dinilai oleh hakim telah melakukan tindak memiliki san menyediakan serta sebagai perantara mengedarkan tembakau gorilla dan cairan liquid sinten. 

Majelis hakim tidak mengurangi tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Ketut Hevy Yushantini, SH mengingat terdakwa tercatat pernah menjalani hukuman pada tahun 2018.

Atas putusan tersebut, terdakwa pun langsung menyatakan banding. "Saya banding, yang Mulia," tegas Semarajaya, kepada majelis hakim saat ditanya soal sikap terdakwa terhadap putusan yang diterima.

Ditegaskan hakim dalan sidang virtual itu bahwa perbuatan terdakwa telah terbukti melanggar Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan ke satu JPU. 

Sebagaimana tertuang dalam dakwaan, tertangkapnya terdakwa setelah perkembangan dua pemakai tembakau gorila yakni Razi Karunia Firmansyah dan Muhamad Nur Khotib, langsung mengajukan pembelaan secara tertulis. 

Dalam dakwaan, Karunia dan Nur Khotib mengaku Kepada polisi mendapat barang terlarang itu dari terdakwa yang tinggal di Jalan Cokroaminoto, Gang Merak, Banjar Balun, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Barat. 

Polisi kemudian memancing terdakwa dengan meminta Muhamad Nur Khotib memesan satu paket tembakau gorila. Terdakwa pun menyanggupi permintaan Muhamad Nur Khotib dan  bersedia melakukan transaksi pada hari Sabtu, 7 Maret 2020 di rumah terdakwa. 

Saat itulah petugas langsung menangkap terdakwa. Bersamaan dengan penangkapan itu, petugas menemukan barang bukti dari tangan terdakwa berupa satu plastik klip berisi tembakau gorila. 

Saat dilakukan penggeledahan di kamar terdakwa ditemukan 28 plastik klip tembakau gorila dan 9 botol berisi  Liquid Sinte yang mengandung sedian Narkotika 4-Flouro-MDMB-Butinica. 

Total barang bukti yang diamankan dari terdakwa yakni 29 plastik klip berisi tembakau gorila dengan berat bersih keseluruhan 214,5 gram dan 9 botol berisi  Liquid Sinte yang mengandung sedian Narkotika 4-Flouro-MDMB-Butinica dengan berat bersih keseluruhan 154,83 gram. 

"Diketahui, terdakwa mendapat barang terlarang ini dengan cara membeli secara online via Instagram dengan harga Rp 5 juta," sebut jaksa Hevy dalam dakwaan.(auk)

Sebelumnya Dokter RSUD Blambangan Polisikan Anggota GMBI
Selanjutnya Gubernur Koster Minta ISI Denpasar Bangkitkan Kekayaan dan Kejayaan Budaya Bali