..
Camat Sempu Ungkap Fakta Hajatan Kades Temuguruh
Camat Sempu Kholid Askandar (kiri) bersama Kapolsek Sempu Iptu Rudi Sunaryanto

Camat Sempu Ungkap Fakta Hajatan Kades Temuguruh

BANYUWANGI - Kasus hajatan pernikahan Kades Temuguruh, Kecamatan Sempu, Asmuni, tidak hanya viral di media sosial. Resepsi nikah yang dihelat di balai Desa Temuguruh, Sabtu (10/7/2021) lalu, juga merepotkan Satgas Covid-19 Kecamatan Sempu.

Camat Sempu, Kholid Askandar, mengaku telah dipanggil oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas terkait kejadian viral itu. Sekretaris Kecamatan (Sekcam) dan petugas trantib telah pula menjalani klarifikasi.

"Hari ini, Rabu (14/7/2021), sekcam saya dipanggil ke Banyuwangi. Kalau saya sudah dipanggil Bupati dan kami jelaskan duduk persoalannya," kata Kholid Askandar di Stasiun Sempu.

Sebelum acara walimahan itu viral di medsos, lanjut Kholid, Satgas Covid-19 Kecamatan Sempu sudah mendatangi kediaman Asmuni di Desa Temuguruh. Intinya memberitahu agar tidak melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Sudah diberitahu agar undangan dibatasi 30 orang, tidak pakai sound besar dan waktunya hanya satu jam. Tapi faktanya seperti terjadi dan viral," keluh Camat Sempu, Rabu (14/7/2021).

Sejak 3 Juli 2021, Satgas Sempu sudah menggelar sosialisasi Intruksi Mendagri No.15 tahun 2021 tentang PPKM Darurat Jawa - Bali dan SE Satgas Covid-19 Banyuwangi No.19 tahun 2021. Sosialisasi diadakan di tingkat kecamatan sampai desa. Menurut Kholid, masalah ibadah dan hajatan menjadi dua pertanyaan yang paling mendominasi saat sosialisasi.

"Waktu sosialisasi di pendopo Kecamatan Sempu Pak Kades tidak hadir hanya diwakili oleh sekdes," imbuh Kholid Askandar.

Berikut kronologis rentetan kegiatan Satgas Covid-19 Kecamatan Sempu sebelum acara hajatan Kades Asmuni viral :

#Sabtu (3/7/2021) pertemuan daring Satgas Covid Kecamatan Sempu dengan Satgas Kabupaten Banyuwangi.

#Senin (5/7/2021) sosialisasi PPKM Darurat di pendopo Kecamatan Sempu. Peserta kepala desa, perangkat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

#Selasa - Rabu (6 - 7 Juni 2021) sosialisasi di tingkat desa. Peserta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

#Kamis (8/7/2021) Satgas Kecamatan Sempu mendatangi kediaman Kades Asmuni memberitahu agar tidak menggelar acara hajatan yang melanggar PPKM Darurat.

#Sabtu (10/7/2021) digelar hajatan di balai Desa Temuguruh. Video hajatan langsung viral di medsos.

#Senin (12/7/2021) sosialisasi Intruksi Mendagri No.18 tahun 2021 perubahan atas Intruksi Mendagri No. 15 tahun 2021 yang meniadakan hajatan.

#Selasa (13/7/2021) membubarkan 2 lokasi hajatan di Desa Temuasri

Sebelumnya Oder Ganja Rp.11 Juta, Pemuda asal Sumut ini Dihukum 12 Tahun
Selanjutnya Tempel Sabu di Bawah Pohon, Pria asal Jepara ini Terancam Dibui 15 Tahun