..
Bule Rusia Oder Sabu Dari Ukraina Terancam 20 Tahun Penjara
Bule Rusia kasus narkoba

Bule Rusia Oder Sabu Dari Ukraina Terancam 20 Tahun Penjara

Suksesinews.net, Denpasar - Artem Gvozdulin (32) pria asal Rusia yang memesan sabu 189,04 gram langsung dari Ukraina, diadili secara virtual dari PN Denpasar. Dalam dakwaan JPU menjerat terdakwa dengan ancaman 20 tahun.

Terdakwa yang berprofesi sebagai fotografer dan videografer di negara asal ini oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Anugrah Agung Saputra Faizal menjerat Artem dengan tiga Pasal sekaligus.

Dakwaan pertama, terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima menjadi perantara jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman jenis sabu seberat 189,04 gram netto.

Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam dalam Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Berikutnya, pada dakwaan kedua dan ketiga Jaksa Faizal memasang Pasal 111 ayat (1), dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU yang sama. Dalam keterangannya dihadapan majelis hakim, salah satu saksi petugas BNNP mengatakan pihaknya melakukan penangkapan terhadap terdakwa pada 19 Mei 2021 pukul 10.50 WITA bertempat di Vila Kubu D'bukit Jimbaran, Jalan Pondok Mekar Unud, Jimbaran, Badung.

Penangkapan tersebut berkat informasi dari Bea Cukai Ngurah Rai terkait sebuah paket kiriman berupa dus warna coklat dengan nomor resi EA 396 006 408 UA pengirim Shcherbak Vladyslav, Kvartal -101STR, 10V/32 Kremenchug City, Ukrine, Ykpahg, 39601, tip + 380933716880 dan penerima atas nama Gvozdulin Artem, Kubu D’Bukit Jimbaran, Jl. Pondok Mekar Unud, Jimbaran, Badung, South kuta, Indonesia, Bali.

Paket tersebut dicurigai berisi Narkotika. "Setelah itu kami berkoordinasi dengan tim untuk melakukan control delivery (penyerahan yang diawasi -red), dan mengantarkan paket tersebut ke alamat sesuai yang tertera pada paket tersebut," Ujar saksi saat menjawab pertanyaan dari Jaksa Faizal.

Lanjut saksi, saat kurir menyerahkan paket tersebut tidak ada usah penolakan dari terdakwa. Malah terdakwa menerima paket tersebut sambil membubuhkan tanda tangan sebagai penerima dan pemilik paket tersebut.

Selanjutnya, saksi bersama tim melakukan penangkapan disertai dengan pemeriksaan terhadap isi paket yang sudah dalam penguasaan terdakwa. "Jadi pada saat penggeledahan kami temukan empat potongan tanaman berwarna coklat keunguan dalam peket tersebut bertuliskan Mimosa Hostilis," kata saksi lagi.

Namun saat diinterogasi, terdakwa menyangkal dengan mengatakan dirinya tidak tahu paket tersebut berisi Narkotika dan juga tidak mengenal nama pengirim. Selanjutnya terdakwa bersama barang bukti di bawa ke kantor BNNP Bali untuk diproses lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium, empat potongan tanaman berwarna coklat keunguan tersebut memang benar mengandung Narkotika jenis DMT.(uuk/Suksesibali)

Sebelumnya Pemotor Onani Jadi Tersangka, Ternyata Ada Masalah Seksual
Selanjutnya Mahasiswa UIN Sunan Ampel Kembangkan Transplantasi Karang Berbahan Faba