..
Besi Bekas Papan Reklame untuk Bangun Musala

Besi Bekas Papan Reklame untuk Bangun Musala

BANYUWANGI - Kasus hukum membelit Satpol PP Banyuwangi atas dugaan penjualan besi tua bekas papan reklame telah bergulir ke ranah kepolisian. Kasi Penyidik dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi, Rifai, membantah institusinya menjual besi tua milik pengusaha Imam Maskun.

"Yang menjual bukan Satpol PP tapi panitia pembangunan musala di lingkungan Kantor Satpol PP. Penjualan besi tua tersebut atas sepengetahuan Plt Kepala Satpol PP Banyuwangi, Sih Wahyudi, sebelum digantikan Wawan Yatmadi," beber Rifai.

Khusus barang milik Imam Maskun, lanjut Rifai, barangnya sedikit. Besi tua milik pengusaha Gent Art tersebut dijual bersama dengan besi tua lain hasil penindakan.

"Waktu mau bangun musala, Pak Sih sempat tanya, apa bisa barang bekas hasil penindakan dijual. Saya bilang bisa, prosedurnya dengan mengirimkan surat pengajuan  penghapusan barang milik pemkab ke BPKAD. Kalau disetujui dilanjutkan lelang.  Kalau untuk musala silahkan, panitia juga bersurat ke Kepala Satpol PP minta barang hasil bongkaran untuk musala. Akhirnya  disepakati untuk musala," imbuhnya.

Rifai menegaskan, papan reklame milik Imam Maskun yang ditindak Satpol PP berada di Pertigaan Pasar Rogojampi. Pemotongan dilakukan atas dasar permintaan dari masyarakat lantaran roboh.

"Papan baliho yang terpasang gambar Puan Maharani itu roboh dan membahayakan masyarakat. Begitu dapat aduan, kami langsung melaporkan kepada pimpinan dan diperintahkan untuk melakukan pembongkaran," lanjut Rifai.

Penindakan itu diatur dalam Perda No.10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Reklame. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), mestinya Satpol PP memberikan peringatan atau berkoordinasi dengan pemilik papan reklame sebelum dibongkar. Aturan itu berlaku bagi papan baliho yang resmi dan terdaftar di Pemkab Banyuwangi.

"Papan yang kita potong di Rogojampi tersebut tidak terdaftar alias ilegal. Makanya kami langsung bertindak tanpa koordinasi dengan pemilik. Akibat tidak terdaftar kami kesulitan untuk menghubungi pemiliknya," terang Rifai.

Masalah ini bergulir ke ranah hukum setelah Imam Maskun melaporkan oknum Satpol PP Banyuwangi ke ranah kepolisian atas dugaan menjual kontruksi bekas baliho miliknya. Laporan diusung setelah lima bulan pascapembongkaran oleh Satpol PP. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Besi Bekas Reklame Hilang Usai Dibongkar Satpol PP
Selanjutnya Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata, Wagub Cok Ace ‘Blusukan’ ke Pantai Kuta