..
Berani Libatkan ASN, Paslon Diancam Diskualifikasi
Ketua Bawaslu Banyuwangi, Hamim (kanan) saat Ikrar Netralitas ASN

Berani Libatkan ASN, Paslon Diancam Diskualifikasi

BANYUWANGI - Ketua Bawaslu Banyuwangi, Hamim, mengingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pemilihan Bupati Banyuwangi 2020 netral. ASN yang tidak netral dapat dipidanakan.

"ASN tidak boleh mendukung paslon atau memfasilitasi kegiatan paslon. Tidak boleh posting foto dukungan atau live dengan paslon di media sosial. Sanksinya jika masuk pidana pemilu akan ditangani Gakkumdu," tuah Hamim.

Apabila ada ASN yang terbukti terlibat dalam politik praktis, selain dapat dijerat dengan pidana pemilu juga diancam dengan Undang - Undang Kode Etik ASN. Malah paslon yang melibatkan ASN dalam pemenangan Pilbup dapat didiskualifikasi jika dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif.

"Setelah proses penanganan di Bawaslu, hasilnya akan dilaporkan kepada Komisi ASN. Itu dapat dilaporkan atas dasar temuan maupun laporan," ulas Hamim.

Netralitas ASN sangat penting dalam Pilbup karena masuk indeks kerawanan pemilu. Hamim bahkan mengingatkan bahwa tugas ASN adalah melayani masyarakat bukan ikut kampanye.

"Maka kami minta para ASN untuk menjaga integritasnya dalam Pilbup Banyuwangi 2020," pesannya.

Rabu (30/9/2020), Bawaslu Banyuwangi mendampingi Ikrar Netralitas ASN se-Kabupaten Banyuwangi. Sebelumnya, Bawaslu telah mengirimkan surat himbauan kepada Bupati Banyuwangi agar segera menggelar Ikrar Netralitas ASN. Mengingat wilayah lain telah menuntaskan kegiatan tersebut. Sementara Banyuwangi terbilang lambat. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Sejak Pariwisata Domestik di Buka Dikatakan Cok Ace Kasus Covid-19 di Bali Meningkat
Selanjutnya Ketua PKK Maju Pilbup, Haruskah Non Aktif