..
Benur Senilai Rp 2,6 Miliar Urung ke Luar Negeri

Benur Senilai Rp 2,6 Miliar Urung ke Luar Negeri

BANYUWANGI - Benur ternyata masih menjadi primadona untuk diperjualbelikan di dunia internasional. Fakta itu terungkap setelah Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Banyuwangi menangkap 4 terduga pelaku terkait perkara ini.

Sebanyak 20 ribu bibit lobster disita aparat dan telah ditetapkan sebagai barang bukti. Bukti itu dimasukkan dalam 4 kotak steorofoam. Masing-masing kotak diisi 20 kantong plastik benur yang tiap kantongnya terdapat 250 ekor benih lobster.

"Itu benih lobster jenis pasir. Ada satu kantong plastik berisi 250 ekor benur jenis mutiara. Terdapat dua kantong plastik berisi 1000 ekor benih lobster jenis pasir keadaan mati," papar Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi SIK, ketika jumpa pers di mapolres.

Selain itu, satu unit Daihatsu Xenia warna hitam Nopol P 1139 VC beserta STNK dan kuncinya turut diamankan aparat. Itu belum termasuk satu unit Honda Vario warna putih Nopol P 5165 UH, 2 jerigen plastik warna biru kapasitas 30 liter berisi air laut, satu set tabung oksigen warna putih beserta alat pengisian udara, 2 buah kontainer plastik warna putih berisi set alat packing (isolasi, kantong plastik, saringan), serta 4 unit handphone berbagai merek milik para pelaku.

"Barang itu hendak dikirim menuju Serang, Propinsi Banten. Selanjutnya perkiraan kita akan diterbangkan menuju luar negeri semisal Vietnam. Di sana dijual lebih mahal lagi. Estimasi kerugian negara diperkirakan senilai Rp 2,6 miliar," imbuh Kapolres, Jumat (28/6/2019), didampingi Kasat Reskrim AKP Panji Prathista Wijaya SIK. 

Penangkapan terhadap para pelaku, timpal Kasat Polairud AKP Subandi, digelar pada Kamis 27 Juni 2019 sekira pukul 21.30 WIB. Awalnya, petugas mendapat informasi akan ada pengiriman benur sejumlah 70 ribu ekor. Tapi aparat hanya berhasil mengungkap yang 20 ribu saja.

"Untuk yang 50 ribu berhasil lolos. Kami mendapat informasi juga ternyata ribuan benur itu dikirim dengan cara sistem ranjau. Bahkan ada yang ditaruh di toko modern," jelasnya sebelum jumpa pers.

Empat pelaku yang ditangkap polisi di kediaman Anton Setiawan (28), di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Pesanggaran. Disamping pemilik rumah, tiga pelaku lain bernama Sigit Sugiarto (33), Imam Nurkhoiri (35), sama-sama warga Desa Pesanggaran, serta Sahrur Rosikin (19), tinggal di Dusun Seloagung, Desa/Kecamatan Siliragung.

"Mereka kita ancam dengan hukuman 8 tahun penjara karena melanggar Pasal 92 dan/atau pasal 88 UU No. 45 Th 2009 tentang perikanan, junto pasal 2 dan pasal 7 Permen KPRI Nomor 56/Permen-KP/2016 soal larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Wisata Kawah Ijen Tambah Dingin
Selanjutnya Ulah Nyeleneh H Arif Rahman Mulyadi, Daftar Cakades Bertepatan Pesta Pernikahan Putranya