..
Banyuwangi Punya Jembatan Ikonik dan Instagramable
Tiga bocah sedang bermain di atas Jembatan Layang Sumberarum yang baru dibangun

Banyuwangi Punya Jembatan Ikonik dan Instagramable

BANYUWANGI - Ingin berwisata ke Banyuwangi tapi masih bingung menentukan pilihan destinasi mana yang dituju? Jembatan Layang Sumberarum (JLS) bisa menjadi alternatif pilihan para traveler.

Destinasi ini menyuguhkan panorama persawahan nan hijau di lereng Gunung Raung. Jembatannya pun unik dan satu - satunya di Banyuwangi. Jembatan layang ini dibangun di atas saluran irigasi persawahan Dusun Krajan, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.

Kontruksinya terbuat dari pondasi cor dengan dek dari papan kayu lokal. Desainnya dibuat melengkung dan bergelombang mengikuti jalur irigasi. Jembatan ini memiliki panjang 250 meter dan lebar 2 meter.

Yang pasti, bangunan ini masih baru dan instagramable. Di sepanjang JLS terhampar areal persawahan yang dapat menyejukkan mata. Sawah - sawah itu, kata Kades Sumberarum Ali Nurfatoni, nantinya akan difungsikan sebagai mina padi. Berbagai jenis ikan akan ditebar di sana.

"Di sawah itu juga akan kita fungsikan untuk wisata edukasi. Mulai petani yang membajak sawah bertenaga ternak, menabur benih, menanam bibit, sampai proses panen akan kita kelola sebagai wisata," ulas Toni, panggilan Ali Nurfatoni.

IMG-20210224-WA0017

Saat ini, Pemerintah Desa Sumberarum sedang menyiapkan Perdes untuk pengelolaan JLS serta sarana penunjang berupa warung kuliner. Desainnya sudah disiapkan tinggal pelaksanaan.

"Minggu (28/2/2021) JLS akan kita launching bersamaan dengan acara kenduri rakyat," imbuh Toni.

Lantaran baru, JLS dapat dikunjungi wisatawan tanpa harus membayar. Tapi setelah Perdes terbit kebijakannya akan lain. Karena bangunan ikonik itu dibangun menggunakan dana desa senilai Rp 250 juta.

Yang patut diketahui, di Desa Sumberarum tak hanya ada JLS. Di desa ini terdapat destinasi lain antara lain Air Terjun Lider, Air Terjun Telunjuk Raung, Air Terjun Kembararum Timcor dan Vila Bejong. Sehingga wisatawan tak kehabisan waktu untuk berpindah lokasi. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Lantunan Pantun Endek Bali Sambut Penggunaan Pakaian Berbahan Kain Tenun Endek Bali Setiap Hari Selasa
Selanjutnya Pencari Porang Ditemukan, Begini Penjelasan Tim SAR