..
Arsitektur Bali Makin Terancam

Arsitektur Bali Makin Terancam

Suksesinews.com, Denpasar - Tidak hanya memiliki adat, tradisi, dan budaya yang khas, Pulau Bali juga memiliki arsitektur tradisional yang menarik. Namun hari ini, banyak bangunan di Bali yang tidak mencerminkan Bali. 
Menurut Ketut Rana Wiarcha, Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia Daerah Bali,di semua elemen fungsi bangunan mulai mengalami keterlepasan dari arsitektur Bali. "Sentuhan arsitektur Bali sudah mulai hilang pada Bangunan Komersial dan Bangunan Hunian. Paling yang masih bertahan bangunan berfungsi parhyangan (adat)," ungkapnya Selasa (4/11).
 
Pola desa sebagian besar juga mulai bergeser. Ia menilai perlu dilakukan kajian yang lebih seksama apakah pergeseran ini mengakibatkan pergeseran sendi-sendi kehidupan. "Misalkan saja, dulu ada pura subak disawah, tapi sekarang sudah ga ada sawah. Bagaimana nasib pura tersebut, kan ini artinya telah mengalami perubahan fungsi," lanjutnya dalam Konferensi Pers persiapan Musyawarah Daerah IAI Bali.
 Minggu ini, IAI Daerah Bali akan melakukan pergantian kepengurusan melalui Musda. Mengusung tema
 
Kompetensi Arsitek Bali di Era Perdagangan Bebas Masyarakat Ekonomi Asean, Ketut Rana berharap Arsitek Bali nantinya mampu bersaing dikancah Internasional. "Tema ini diambil untuk merespon kondisi diberlakukannya AFTA 2015. Disana juga akan ada persaingan perdagangan komoditi dan jasa. Arsitektur kita harus siap berkompetisi berkarya di era perdagangan bebas itu," imbuhnya.
 
Tidak hanya itu, ia berharap Arsitek Bali dapat mengusung dan mempertahankan Arsitektur Bali yang sangat memiliki ciri khas baik dari segi model maupun fungsinya. "Saya berharap Bali masih menjadi Bali dalam segala manifestasinya. Bali masih memiliki Taksunya tidak hanya dalam aksitektur. Dan arsitek Bali harus berkontribusi tidak hanya sumbangsih saran namun juga peran," lanjutnya. may

Sebelumnya Demo Lagi, ForBali Usung Ogoh-ogoh Tikus
Selanjutnya Pencarian Pesawat Jatuh di Pulau Moyo Libatkan Paranormal