..
Aneh! Bung Karno Belum Ditetapkan Sebagai Bapak Bangsa
Bung Karno

Aneh! Bung Karno Belum Ditetapkan Sebagai Bapak Bangsa

Suksesinews.com, Denpasar- Sarasehan Nasional dan Deklarasi Bung Karno Bapak Bangsa di pelataran panggung Pandawa Inna Grand Bali Beach, Sanur, Sabtu (27/6) malam, dihadiri ribuan masyarakat Bali. Mereka terdiri dari politisi, akademisi, tokoh agama, tokoh adat, hingga tokoh muda. Kegiatan yang bertujuan membangkitkan memori kolektif tentang Bung Karno ini merupakan puncak Bulan Bakti Bung Karno, yang dilaksanakan selama bulan Juni 2015 oleh PDIP di Bali.
 
Sebelum deklarasi ini dilakukan, berbagai suguhan seputar Bung Karno dipentaskan. Seperti Lagu Bung Karno Bapak Bangsa, pemutaran film dokumenter tentang Bung Karno, pembacaan puisi tentang Bung Karno, hingga pidato tentang Bung Karno. Selain itu, sejumlah tokoh juga menyampaikan testimoni dan pandangan terkait sosok dan perjuangan Bung Karno. Dari seluruh testimoni dan pandangan tersebut, semuanya secara tegas menyatakan bahwa Bung Karno layak ditahbiskan sebagai Bapak Bangsa. "Kalau ada yang meragukan jasa dan perjuangan Bung Karno, maka itu sangat keliru," ujar guru besar Universitas Udayana Prof Yohanes Usfunan, saat memberikan pandangan dari sisi hukum tata negara tentang Bung Karno sebagai Bapak Bangsa.
 
Menurut pakar hukum tata negara itu, Bung Karno sudah sangat layak untuk mendapatkan julukan Bapak Bangsa. Sebab untuk mendapatkan julukan tersebut, Bung Karno sudah memenuhi tiga syarat utama, yakni selaku pejuang kemerdekaan, perintis negara serta pendiri negara. "Dengan demikian maka tidak ada pilihan lain kecuali MPR RI secepatnya bersidang untuk menetapkan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa dalam satu Ketetapan MPR, dan juga menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila," tegas Prof Usfunan.
 
Asvi Warman Adam, sejarawan ahli peneliti utama dari LIPI, pada kesempatan tersebut banyak mengupas tentang perjuangan hingga gagasan Bung Karno. Bahkan Asvi membeberkan bagaimana pemerintahan Orde Baru, dengan sangat rapi menghilangkan berbagai hal yang berhubungan dengan Bung Karno.
Ia berpandangan, dengan segala hal yang dilaluinya, maka tidak diragukan lagi bahwa Bung Karno layak sebagai Bapak Bangsa. Layak, karena ada tiga jasa besar Bung Karno bagi bangsa ini. "Pertama, memperjuangakan dan memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.Kedua, memperjuangkan kemerdekaan terirorial 100 persen dengan kembalinya Irian Barat pada 1 Mei 1963. Ketiga, mencetuskan Pancasila, bukan saja sebagai dasar negara dan sumber hukum, namun juga petunjuk arah bagi kehidupan bangsa," katanya.
 
Sementara Widminarko, sesepuh nasionalis Bali, dalam testimoninya. Menurut dia, memang ada begitu banyak tokoh nasional yang sama-sama berjuang dengan Bung Karno. Namun, hanya Bung Karno yang layak dinobatkan sebagai Bapak Bangsa karena perjuangan dan jasa-jasanya. Dalam perjuangan sebelum kemerdekaan, Bung Karno harus ke luar masuk penjara. Selain itu, Bung Karno juga mencetus ajaran marhaenisme dan pemikiran Tri Sakti. "Bung Karno juga tampil sebagai inspirator perjuangan, pelaku sejarah, arajan-ajarannya masih relevan. Beliau juga Proklamator Kemerdekaan, jadi sangat layak menjadi Bapak Bangsa," kata Widminarko.
 
Hingga hari ini Soekarno belum mendapat pengakuan negara sebagai bapak bangsa. Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster mengatakan, setelah digelar kegiatan Bulan Bung Karno, PDIP bersama komponen masyarakat lainnya di Tanah Air akan menyampaikan sikap resmi kepada MPR RI untuk menetapkan Soekarno sebagai Bapak Bangsa. Selain itu juga mendorong MPR RI untuk menetapkan 1 Juni sebagai hari Lahir Pancasila. Amb

Sebelumnya Ketua DPRD Dilarang Jadi Cabup, Giri Prasta Terancam Tak dapat Rekomendasi PDIP
Selanjutnya De Gadjah Tegaskan Ormas PBB akan Netral di Pilkada