..
Aktivitas Pelabuhan Boom Mulai Diawasi

Aktivitas Pelabuhan Boom Mulai Diawasi

BANYUWANGI - Marina Boom Banyuwangi menjadi salah satu titik diantara 34 pelabuhan rakyat yang kini mulai diawasi aktivitasnya. Jelang pemberlakuan larangan mudik Lebaran Idul Fitri 1442 H pada 6 - 17 Mei 2021, pergerakan kapal dan orang terus dipantau aparat.

Selasa (4/5/2021), petugas dari Polsek Banyuwangi menggelar patroli di pelabuhan legendaris itu. Tujuh orang personil diterjunkan oleh Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin untuk melakukan penyisiran.

"Para anak buah kapal tradisional kita minta kerjasamanya agar tidak mengangkut pemudik. Umpama ada permintaan supaya ditolak," tukas AKP Kusmin.

Imbauan yang dijalankan polisi masuk akal. Meskipun pelabuhan rakyat yang di kalangan masyarakat Banyuwangi dikenal dengan sebutan THR tersebut telah direstorasi menjadi obyek wisata internasional oleh Pelindo III, namun aktivitas bongkar muat kapal tradisional tetap hidup.

IMG-20210504-WA0039

Umumnya kapal kayu yang sandar di ujung utara Pelabuhan Marina Boom berasal dari Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura. Mereka sandar di Banyuwangi dalam rangka bongkar muat barang.

"Komoditas pertanian dan perkebunan dari Sapeken dijual ke Banyuwangi. Sebaliknya, kapal akan kembali berlayar menuju Kepulauan Madura mengangkut barang elektronik, sembako maupun kebutuhan logistik lainnya," ujar mantan Kapolsek Wongsorejo.

Aktivitas inilah yang kini diawasi oleh aparat. Jangan sampai kapal mengangkut penumpang dari Kepulauan Madura menuju Banyuwangi maupun sebaliknya.

"Kemungkinan mudik menggunakan transportasi laut tradisional ada. Karena kapal kayu itu didesain untuk mengangkut penumpang dan barang. Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait di Pelabuhan Boom agar ikut membantu pengawasan," terang AKP Kusmin. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Rutin Konsumsi Sabu, Miasa Dituntut 6 Tahun
Selanjutnya Ny Putri Koster Sambut Baik Rencana Pembangunan Rumah Tenun Jembrana