..
Ahmad Masrohan Menjaring Aspirasi, Jalan Penghubung 3 Desa Butuh Aspal
Anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi PDIP, Ahmad Masrohan, reses di Desa Temuasri, Kecamatan Sempu.

Ahmad Masrohan Menjaring Aspirasi, Jalan Penghubung 3 Desa Butuh Aspal

BANYUWANGI - Persoalan jalan rusak banyak didengar Ahmad Masrohan di masa reses. Karena itu, anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi PDIP ini bertekad memenuhi aspirasi warganya.

"Soal jalan yang rusak kita akan lakukan pengaspalan. Biar warga merasakan bagaimana nyamannya jalan yang mulus," ujar Masrohan, Minggu (11/10/2020).

Di daerah pemilihan (Dapil) 5, khususnya di Kecamatan Sempu, beberapa titik jalan penghubung antar desa memang belum tersentuh aspal. Wajar jika warga setempat melayangkan protes dan menyuarakan peningkatan.

"Reses itukan waktu anggota dewan untuk turun menyapa konstituen. Tugas kita mendengar, merekam dan mencari solusi penuntasan masalahnya," urai anggota dewan asal Desa Temuasri, Kecamatan Sempu.

Masrohan pun memberikan gambaran jalan rusak setelah mendengar masukan dari warga. Misalnya, jalan penghubung antara Desa Temuasri dengan Desa Tegalarum dan Desa Jambewangi. Di tiga titik itu jalan belum mulus.

"Desa Temuasri merupakan sentra pertanian yang hasil buminya menyuplai kebutuhan lokal Banyuwangi dan antar pulau, yakni Bali. Petani tidak hanya butuh pupuk yang murah dan mudah, tapi juga akses jalan yang mulus beraspal agar proses pengangkutan hasil produk pertanian lancar," jelasnya lagi.

IMG_20201011_113149

Perbaikan jalan menjadi prioritas karena berpengaruh terhadap perputaran roda perekonomian di kalangan bawah. Jalan rusak dapat memicu keterlambatan distribusi yang berbuntut pada kelangkaan barang serta kenaikan harga.

"Petani dan pengepul hasil pertanian butuh barangnya cepat terangkut agar tidak busuk. Kalau busuk petani rugi, pedagang tak mau beli harga tinggi," imbuh pria asli Kecamatan Glenmore.

Kerugian itu akan berimbas luas ke masalah kesehatan para petani. Pikiran yang terforsir membuat imun menurun dan rawan terpapar Covid-19.

"Salah satu cara mengatasi corona di Banyuwangi, selain mengampanyekan pemakaian masker dan cuci tangan, membahagiakan petani dan pedagang termasuk salah satu cara lain. Coba lihat, orang yang terpapar corona juga dikasih hiburan," pungkas Masrohan ketika reses di Desa Temuasri, Kecamatan Sempu. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Cabup 01 Luncurkan Program Peduli Olahraga dan Seniman
Selanjutnya Pasien Positif Covid-19 di Bali Mencapai 10.135 orang