..
Admin Investasi Bodong Diperiksa Polisi
SJ sedang diwawancarai wartawan

Admin Investasi Bodong Diperiksa Polisi

BANYUWANGI - Unit Harta dan Benda Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyuwangi terus mengurus laporan dugaan investasi bodong. Kamis (15/4/2021), polisi memanggil SJ (45), untuk dimintai keterangan.

Kapasitas SJ, kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin SIK melalui Kasat Reskrim AKP Mustijat Priyambodo SIK, dipanggil dengan status sebagai saksi. Peran SJ dalam investasi itu selaku admin pencairan uang.

"Tugas SJ mengirim uang kepada member yang nilai uangnya kecil. Sedangkan yang nilainya besar langsung ditangani Z," papar papar AKP Mustijat.

Z merupakan pengelola investasi yang diduga bodong. SJ mulanya sebagai anggota investasi yang kemudian diminta menjadi admin pencairan uang.

"Sistem investasi ini ada yang terbuka dan tertutup. SJ menangani yang terbuka dengan nilai transfer kepada anggota dengan nilai kecil. Khusus yang gede - gede ditangani sendiri oleh SJ," ungkap Kasat Reskrim.

IMG-20210415-WA0067_1

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi AKP Mustijat Priyambodo 

Saat ini tercatat 29 orang yang melapor ke Polresta Banyuwangi sebagai korban. Nilai kerugian yang tercatat sekitar Rp 900 jutaan. Pola yang dijalankan dalam investasi ini mirip multi level marketing.

"Bilangnya ikut bisnis saham. Setelah diselidiki ternyata uang setoran dari anggota dengan nominal diatas Rp 75 juta dibagikan ke anggota sebagai kopensasi keuntungan bulanan. Anggota dengan setoran tinggi ini jenjang pembagian keuntungannya jangka menengah sekitar 6 bulan," ulas AKP Mustijat.

Kanit Harda Satreskrim Polresta Banyuwangi, Ipda Didik Hariyono, membenarkan soal kehadiran Z pada Kamis (15/4/2021). Pengelola investasi tersebut diperiksa dalam rangka mendampingi SJ.

"Z hadir memenuhi panggilan kita setelah ke bank untuk print out transaksinya," katanya.

Ketika masa istirahat pemeriksaan, SJ membantah terlibat dalam bisnis yang kini ramai di Banyuwangi. Disamping admin, dirinya adalah korban.

"Satu minggu jadi anggota, kemudian diminta jadi admin pancairan selama tiga minggu. Dana saya nyangkut Rp 54 juta di tangan Z," ungkapnya.

Dari angka itu hanya Rp 3 juta yang berhasil ditarik dari semula dijanjikan Rp 7 juta. Setelah itu dirinya berhenti sebelum investasi bodong ini ditangani aparat.

"Justru saya yang pertama menguak adanya ketidakberesan investasi ini," dalihnya.

Investasi ini mulai digeluti oleh Z pada November 2020 dengan jumlah 11 anggota. Usaha ini mulai macet pada pertengahan Maret 2021 dan dilaporkan ke polisi April 2021. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Polisi - Tokoh Agama Musnahkan Miras
Selanjutnya BSI Kirim Bansos ke Malang - Lumajang