..
Abdul Karim Mundur dari Persewangi

Abdul Karim Mundur dari Persewangi

BANYUWANGI - Kabar mengejutkan datang dari Klub Persewangi. Sang pelatih, Abdul Karim, mengundurkan diri sebagai pelatih kepala skuad di bawah bendera Yayasan Persewangi Banyuwangi Indonesia (YPBI).

Tak hanya sang pelatih kepala yang pergi meninggalkan klub berjuluk The Lasblang. Tercatat 8 pemain inti turut serta tak merumput bersama Persewangi. Dua diantaranya pilih menyeberang ke Banyuwangi Putra (BP). Sedangkan 6 lainnya ada yang pulang kampung dan bermain untuk klub lain.

Hengkangnya pelatih dan sejumlah pemain Persewangi mendekati putaran perdana Liga 3 tak dibantah oleh Manager Persewangi, Jose Rudy. Pengunduran diri pelatih asal Lingkungan Karangasem, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah ini terhitung sejak Rabu (6/10/2021). Sebagai ganti, Persewangi telah menunjuk Isdianto, mantan pemain Gelora Dewata yang asli Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

"Mas Isdianto sudah oke, tapi belum bergabung dengan tim karena masih di luar kota," katanya.

Selaku sekretaris yayasan dan manager tim, Jose Rudy tak mempersoalkan keputusan Abdul Karim yang pilih meninggalkan Persewangi. Lagi pula yang bersangkutan tak memiliki konsep kepelatihan.

"Konsepnya nggak jelas, selama ini yang melatih anak - anak Pak Saiful, asisten pelatih," ucapnya.

IMG-20211008-WA0026

Masalah lainnya, mantan koleganya di Persewangi itu meminta gaji yang terlampau tinggi, yakni Rp 15 juta perbulan. Sementara kekuatan finansial manajemen tim Rp 7 juta.

"Awalnya sudah oke tujuh juta. Begitu pulang berubah lagi minta 15 juta, kalau nggak pilih melatih klub lain," beber Jose Rudy.

Abdul Karim mengakui tidak lagi melatih Persewangi. Bahkan ada 8 pemain yang mundur. Menurutnya, pengunduran diri ini terkait soal pembayaran gaji yang tak sesuai. Senin (4/10/2021), dilakukan teken kontrak tapi uang gaji tak langsung dibayarkan.

"Kontrak awal Oktober, gaji baru dikasih pada awal November. Mana ada aturan seperti itu. Seharusnya, begitu teken langsung proses pembayaran," urai Abdul Karim.

Soal permohonan gaji yang tinggi, Karim punya alasan. Bandrol kepelatihannya di luar daerah memang di atas Rp 10 juta. Namun untuk Persewangi ia bersedia menurunkan nilai gaji yang diminta.

"Awalnya saya minta Rp 10 juta, tapi Persewangi hanya sanggup Rp 5-7 juta per bulan. Di luar Banyuwangi gaji saya lebih dari itu. Karena demi kemajuan sepakbola Banyuwangi, saya sepakat digaji Rp 7 juta. Namun kok teken kontrak awal Oktober tapi gaji baru mulai dibayar awal November," ungkap Karim. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Puskaptis Kritik Lelang Jabatan 3 OPD
Selanjutnya Berharap Hakim Melihat Sisi Kemanusiaan dari Zaenal Tayeb