..
7 Truk Berisi Barang Bukti Disita

7 Truk Berisi Barang Bukti Disita

BANYUWANGI - Tim gabungan dari Bareskrim Polri serta Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) mengamankan 7 truk berisi obat tradisional, bahan obat serta alat produksinya di Banyuwangi. Seluruh barang bukti dibawa ke Surabaya pada Senin (2/8/2021).

Direktur Siber Obat dan Makanan BPOM RI Nur Iskandar Syah mengatakan, barang bukti itu disita dari 3 lokasi produksi penyimpanan jamu. Lokasi pertama di bilangan Jalan Senopati Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar. Untuk lokasi kedua dan ketiga ada di Dusun Sumberagung serta Dusun Sumber Groto, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono. Penegakan ini hasil komunikasi lintas fungsi pada 10 Juni 2021 plus laporan dari masyarakat yang ditindaklanjuti pengawasan BPOM Surabaya.

"Hasil pemeriksaan ada tiga sarana produksi yang diduga digunakan untuk kegiatan penyimpanan produksi jamu mengandung kimia obat," terang Nur Iskandar Syah.

Dari Operasi Penindakan Obat Tradisional Tanpa Ijin Edar dan Mengandung Bahan Kimia Obat ini, petugas gabungan dari BPOM dan Bareskrim Polri menemukan berbagai barang bukti yang diangkut 7 truk. Dalam 7 truk itu berisi 11 item.

"Sebelas item diantaranya bahan baku, barang jadi, bahan jadi, barang produksi serta mesin produksinya. Kondisi saat ini TKP telah disegel," sambung Nur Iskandar.

TKP tindak pidana menjadi unsur pelanggaran UU Kesehatan No 36 tahun 2009 pasal 197 junto pasal 106 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara 15 tahun dan denda 1,5 Milyar. Sebagaimana diubah dalam UU RI No 11 tahun 2020 tentang Ciptakerja dan pasal 196 junto pasal 98 ayat 2 dan 3 dengan pidana penjara 10 tahun dan denda paling banyak 1 Milyar.

"Terakhir pasal 62 ayat 1 junto pasal 8 ayat 1 huruf a UU RI no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Jadi ada pasal-pasal yang dilanggar yaitu UU Kesehatan, dan perkara ini akan dilakukan pendalaman lebih lanjut," ucap Nuriskandar Syah saat didampingi Kepala Balai Besar POM Surabaya Rustyawati.

Kabagbanops Rokorwas PPNS Bareskrim Polri Kombes Pudyo Haryono menjelaskan, Polri akan menindak sesuai KUHP dan penyidik Polri masih terus melakukan pengawasan dan koordinasi dengan BPOM. 

"Ini merupakan jerih payah steakholder di wilayah. Kami ucapakan terima kasih. Tentunya, ini menyelamatkan kesehatan dan nyawa orang lain," imbuh Kombes Pol Pudyo Haryono. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Awal Agustus, Masih di Atas 1000 Penambahan Positif Covid-19
Selanjutnya Pengusaha Jamu Belum Terima Tanda Bukti Penyitaan