..
7 Parpol Bahas Pilkada Murah

7 Parpol Bahas Pilkada Murah

BANYUWANGI - Pemilu serentak masih tiga tahun lagi. Tapi sejumlah partai di Banyuwangi sudah menggagas konsep Pilkada murah.

Ide ini muncul saat Silaturahmi Lintas Partai di DPC PKB Banyuwangi, Senin (27/9/2021). Konsep itu dilontarkan Ketua DPC Partai Demokrat Michael Edy Hariyanto di hadapan 6 partai lain yang hadir dalam pertemuan itu.

"Agar bupati terpilih bisa fokus bekerja dan tidak sibuk memikirkan pengembalian modal saat pencalonan, kenapa tidak kita lakukan politik hompimpah saja," lontar Michael di hadapan perwakilan pengurus PKB, PDIP, PKS, PSI, PKPI, serta Golkar.

Politik hompimpah yang dimaksudkan Michael yakni membagi kursi bupati, wakil bupati serta jabatan kepala dinas. Jika posisi ini sudah tertata diharapkan calon bupati tidak keluar modal besar.

"Misalnya disepakati bupatinya dari PDIP, wakilnya dari PKB. Nah partai lainnya dapat jatah kadis," papar Michael.

Gagasannya pernah disampaikan di forum pimpinan partai sebelum Pilbup 2020 lalu. Saat itu mayoritas partai yang hadir menyatakan sepakat. Hanya PDIP saja yang masih pikir - pikir.

"Ide ini semata - mata agar bupati bisa fokus kerja mikirin rakyat," tukasnya.

Ternyata, Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banyuwangi, Faisol Azis, sependapat dengan Demokrat. Ia berpendapat bahwa Pilkada murah bisa menjadi pilihan mengingat efek politik Pilkada 2020 masih terasa sampai saat ini.

"Kalau bisa tabung politik itu di Pileg saja. Untuk Pilbup bisa lakukan politik hompimpah sepanjang ada kesepakatan antar parpol," serunya.

Pesta demokrasi untuk memilih bupati, walikota, gubernur sampai presiden menghabiskan dana yang besar. Disamping itu efek politiknya akan terus mengakar di tingkat bawah sehingga rentan terpecah belah.

"Setelah Pilkada di tataran atas, elit politik itu kadang sudah selesai. Nah yang di bawah ini yang gak habis - habis. Isu antar kelompok pendukung tetap hangat di medsos," tutur Faisol.

Wacana Pilkada murah ini rencananya akan dibahas lagi pada pertemuan serupa jilid dua. Agenda ini akan digelar di DPC PDIP. Dalam pertemuan awal, dari 16 partai yang hadir hanya 7 partai. Acara ini digagas oleh Partai Kebangkitan Bangsa.  SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Korupsi Ratusan Juta, Mantan BPP Setda Bali Dihukum 2 Tahun Penjara
Selanjutnya Eksepsi Zaenal Tayeb Ditolak, Hakim Langsung Tanyakan Saksi JPU