..
Yuk Intip Rutinitas Tawarus Polisi Banyuwangi
Kasat Sabhara Polres Banyuwangi AKP Basori Alwi sedang tadarus menggunakan Quran raksasa di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi.

Yuk Intip Rutinitas Tawarus Polisi Banyuwangi

BANYUWANGI – Tugas berat dipanggul aparat kepolisian selama Ramadhan. Di Bulan Suci ini polisi harus siaga penuh untuk mengamankan lingkungan dari gangguan keamanan dan ketertiban yang meresahkan masyarakat. Lalu bagaimana personil kepolisian membagi waktu antara tugas dan ibadah?

Senin (4/6/2018) malam, Ajun Komisaris Polisi Basori Alwi duduk menghadap Quran raksasa yang dimiliki Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi. Tangan perwira pertama polisi itu terlihat memegang mikrofon. Di lehernya menggantung surban. Baret dinasnya digantikan dengan kupyah putih seperti kebanyakan umat muslim yang sedang beribadah. Ditemani pengurus masjid dan anggota kepolisian, malam itu Kasat Sabhara Polres Banyuwangi sedang melakukan tadarus.

Ayat demi ayat pada kitab yang ditulis tangan tersebut terus dibaca secara mengalir. Setelah merasa cukup, AKP Basori menyerahkan alat penyambung suara agar terdengar keras itu kepada para tokoh sepuh yang sedang menunggu giliran tadarus pasca menunaikan Sholat Tarawih. Perwira polisi itupun ganti duduk bersila di karpet sambil mendengarkan lantunan Quran yang dibaca oleh jamaah Masjid Baiturrahman.

Tawarus! Itulah program yang sedang dijalankan oleh Kasat Sabhara. Tawarus merupakan singkatan dari tarawih dan tadarus. Selama Ramadhan aparat memang ditempatkan di sejumlah rumah ibadah umat Islam yang berada di lokasi keramaian serta jalan raya. Tugasnya mengamankan masjid yang digunakan tarawih agar aman. Termasuk membantu kelancaran warga yang hendak menjalankan ibadah sunah selepas Isyak.

“Lalulintas kita atur agar tidak menabrak jamaah yang hendak beribadah. Kendaraan yang diparkir juga diawasi agar luput dari tangan jahil pelaku kejahatan,” kupas AKP Basori.

Usai tarawih petugas tak lantas bubar. Mengikuti tadarus adalah salah satu tugas yang harus ditunaikan. Itu sebabnya nama kegiatan pengamanannya disebut dengan sandi Patroli Tawarus. Setelah itu petugas akan bergeser melakukan pengamanan di Pasar Blambangan dan Pasar Tumpah di sepanjang jalan Gesibu Blambangan. Kebetulan lokasinya berdekatan dengan Masjid Baiturrahman.

“Toko emas dan lapak pakaian yang dijajakan pedagang dipantau. Di situ menjadi pusat transaksi keuangan yang mesti diawasi demi menghindarkan warga dari korban kejahatan,” tegasnya.

Lapak kembang api juga tak luput dari pantauan petugas. Para pedagang diimbau agar tidak menjual petasan karena termasuk larangan. Mengenai kembang api aparat masih memberi toleransi dengan sejumlah catatan. Bagi pembeli anak-anak agar didampingi orang tuanya saat membeli maupun menyalakan.

“Tak lama lagi Idul Fitri. Rumah, pertokoan dan perkantoran harus dijaga agar tidak terbakar akibat percikan kembang api. Makanya perlu diberi sosialisasi agar tidak menyalakan kembang api di lokasi yang padat penduduk dan di kawasan yang mudah terbakar,” pesannya. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Ini Cara Tim Pelatih Memilih Starting Eleven
Selanjutnya Gubernur Pastika Apresiasi Capaian WTP